Skip to content
Puri Aksara Rajapatni

Puri Aksara Rajapatni

  • Beranda
  • Artikel
  • Galeri
  • Photocaraka
  • Video
  • Kepustakaan
  • Agenda
  • Game
  • Bahasa Indonesia
  • English
  • Deutsch
  • 日本語

Kategori: Berita

Warisi APInya, bukan Abunya: Refleksi Kejuangan Pada Sumpah Pemuda.
Warisi APInya, bukan Abunya: Refleksi Kejuangan Pada Sumpah Pemuda.
- 28 Oktober 202428 Oktober 2024 -
Taking Part in Caring for Cultural Diplomacy Between Countries: Rajapatni Sends a Letter to the Indian Ambassador, President and Minister of Culture of the Republic of Indonesia.
Taking Part in Caring for Cultural Diplomacy Between Countries: Rajapatni Sends a Letter to the Indian Ambassador, President and Minister of Culture of the Republic of Indonesia.
- 27 Oktober 202427 Oktober 2024 -
Turut Merawat ꧌ꦝꦶꦥ꧀ꦭꦺꦴꦩꦱꦶꦧꦸꦢꦪ꧍ Diplomasi Budaya Antar Negara: Rajapatni Bersurat Kepada Duta Besar India, Presiden dan Menteri Kebudayaan RI.
Turut Merawat ꧌ꦝꦶꦥ꧀ꦭꦺꦴꦩꦱꦶꦧꦸꦢꦪ꧍ Diplomasi Budaya Antar Negara: Rajapatni Bersurat Kepada Duta Besar India, Presiden dan Menteri Kebudayaan RI.
- 27 Oktober 202427 Oktober 2024 -
꧌ꦩꦼꦤꦠꦿꦶꦏꦼꦧꦸꦢꦪꦴꦤ꧀꧍ Menteri Kebudayaan Fadli Zon: “mudah mudahan Indonesia bisa menjadi ibukota budaya dunia”.
꧌ꦩꦼꦤꦠꦿꦶꦏꦼꦧꦸꦢꦪꦴꦤ꧀꧍ Menteri Kebudayaan Fadli Zon: “mudah mudahan Indonesia bisa menjadi ibukota budaya dunia”.
- 22 Oktober 202423 Oktober 2024 -
Prapanca, Aksara Jawa Kuna dan Produk Intelektual Leluhur. Siapa Peduli?
Prapanca, Aksara Jawa Kuna dan Produk Intelektual Leluhur. Siapa Peduli?
- 22 Oktober 202422 Oktober 2024 -
Kepahlawanan dan Kejuangan Adalah Jiwa Raga.
Kepahlawanan dan Kejuangan Adalah Jiwa Raga.
- 20 Oktober 202420 Oktober 2024 -
꧌ꦌꦠꦺꦴꦱ꧀ꦗꦸꦮꦁ꧍ Etos Juang Kota Surabaya
꧌ꦌꦠꦺꦴꦱ꧀ꦗꦸꦮꦁ꧍ Etos Juang Kota Surabaya
- 18 Oktober 202420 Oktober 2024 -
Serial Javagraph (5): Prasasti Wurare Beraksara Jawa Kuna, Berbahasa Sansekerta. 
Serial Javagraph (5): Prasasti Wurare Beraksara Jawa Kuna, Berbahasa Sansekerta. 
- 18 Oktober 202418 Oktober 2024 -
Ungkap Bahasa Melalui Aksara Di Petirtaan Jalatunda Yang Berbingkai Aroma Sedap Malam Dan Dupa.
Ungkap Bahasa Melalui Aksara Di Petirtaan Jalatunda Yang Berbingkai Aroma Sedap Malam Dan Dupa.
- 10 Oktober 202410 Oktober 2024 -
Tim ꧌ꦥꦹꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ꧍Puri Aksara Rajapatni Berkunjung ke Jejak Dua Puteri Rajapatni: Tribhuwana Tunggadewi (Bhre Kahuripan/Klinterejo) dan Dyah Wiyat (Bhre Wengker/Kumitir)
Tim ꧌ꦥꦹꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ꧍Puri Aksara Rajapatni Berkunjung ke Jejak Dua Puteri Rajapatni: Tribhuwana Tunggadewi (Bhre Kahuripan/Klinterejo) dan Dyah Wiyat (Bhre Wengker/Kumitir)
- 7 Oktober 202411 Oktober 2024 -

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru

Terbaru

  • Vasatii Socaning Lokika Berjuang Demi Aset Sejarah Kraton & Gelar Pahlawan Nasional.
  • Kombinasi Makna Hari Proklamasi dan Hari Pahlawan
  • Berstatus Pahlawan Nasional: Administrasi Mengalahkan Substansi.
  • Antara Pemerintah Inggris Dan Pemerintah Indonesia.
  • Antara Pemerintah Inggris Dan Pemerintah Indonesia. Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Sri Sultan Hamengku Buwono II lahir pada 7 Maret 1750 dan wafat pada 3 Januari 1828. Dari tahun wafatnya hingga 2026 telah berlalu 198 tahun. Secara matematis dengan asumsi rentang satu generasi 25 hingga 30 tahun, kurun waktu tersebut mencakup sekitar 7 hingga 8 generasi manusia. Bisa dibayangkan berapa banyak kepala dalam satu generas yang dikalikan 7 hingga 8. Apalagi Sultan Hamengkubuwana II sendiri memiliki sekitar 80 anak yang lahir dari empat permaisuri serta puluhan selir selirnya. Trah Sri Sultan Hamengku Buwono II ini adalah keluarga besar keturunan Sultan Sepuh, raja Yogyakarta, yang memerintah dalam tiga periode (1792–1810, 1811–1812, dan 1826–1828) serta dikenal menentang keras penjajahan Belanda dan Inggris. Saat ini, keturunan HB II aktif berhimpun dalam paguyuban keluarga dan memperjuangkan sejumlah agenda sejarah penting. Diantaranya adalah pengajuan gelar Pahlawan Nasional kepada pemerintah Indonesia dan upaya pengembalian manuskrip dan aset bersejarah yang dijarah Inggris saat peristiwa Geger Sepehi 1812. Dari dua upaya itu, masing masing bergantung pada pemerintah Inggris untuk repatriasi dan pemerintah Indonesia untuk penganugerahan Pahlawan Nasional. Mana yang lebih sulit? Ternyata kedua upaya tersebut memiliki tingkat kerumitan yang tinggi karena melibatkan birokrasi, pertimbangan politik, serta proses hukum dan diplomatik antaranegara yang tidak mudah. Jika dari sisi pemerintah Inggris, urusannya bergantung pada keputusan politik dan izin dari pemerintah Britania Raya, yang sering kali memiliki aturan ketat terkait arsip atau barang bersejarah di museum/institusi mereka, seperti di the British Library dan the British Museum. Lantas bagaimana dengan di pemerintahan Indonesia sendiri? Biasanya harus melalui proses verifikasi ketat, seperti harus melalui proses penapisan oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan serta memenuhi syarat-syarat UU No. 20 Tahun 2009. Termasuk adanya Konsensus Politik dan Sejarah, yang membutuhkan kesepakatan nasional bahwa figur atau kontribusi yang diajukan benar-benar berdampak besar bagi kemerdekaan atau kedaulatan Republik Indonesia tanpa menimbulkan kontroversi sejarah. Jika nama, yang diusulkan adalah Hamengkubuwana II, Raja kedua Kesultanan Yogyakarta, apa yang perlu diragukan? Menurut laman https://jogja.antaranews.com/berita/837068/uji-materi-uu-gelar-tanda-jasa-menggugat-diskriminasi-historis-terhadap-sultan-hb-ii} bahwa pengusulan Sri Sultan Hamengkubuwana II sebagai Pahlawan Nasional dihadapkan pada tantangan administratif dan birokratis ketimbang substansi sejarah perjuangannya. Perdebatan yang muncul bukan pada penolakan rekam jejaknya yang gigih menentang dominasi asing, baik VOC, Daendels, maupun Raffles, melainkan pada hambatan prosedural. Sesulit itukah?. Lebih sulit mana dibandingkan dengan menghadapi dominasi asing yang merusak tatanan budaya dan hendak menguasai negara? (PAR/nng)
Puri Aksara Rajapatni
  • Beranda
  • Profil
  • Artikel
  • Agenda Kegiatan
  • Galeri Foto
  • Video
© 2024 - Puri Aksara Rajapatni. All Right Reserved
Puri Aksara Rajapatni
  • Beranda
  • Artikel
  • Galeri
  • Photocaraka
  • Video
  • Kepustakaan
  • Agenda
  • Game