Sudah Ada Aplikasi Transliterasi Aksara Kawi ke Latin (Dan Sebaliknya)

Budaya, Aksara

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Fakta sejarah Kerajaan Majapahit menunjukkan bahwa alat komunikasi tulis adalah menggunakan Aksara Jawa Kuna atau Kawi. Kerajaan ini menggunakan Aksara Kawi atau Aksara Jawa Kuno sebagai sistem tulis utama untuk dokumen resmi, prasasti, dan naskah sastra.

Aksara Kawi dalam digital. Foto: omahaksara

Fakta fakta itu semua sebagaimana terdokumentasikan dalam Museum Majapahit yang terdiri dari prasasti dan manuskrip kuno. Belum lagi artefak yang masih berada di lokasinya (in situ).

Kedua jenis sumber ini saling melengkapi: teks dari manuskrip dan prasasti memberikan narasi sejarah, sementara artefak fisik in situ memberikan bukti nyata dari narasi tersebut.

Terlalu sayang jika fakta fakta artefak itu terlalu asing dalam masyarakat Jawa Timur sebagai situs Kerajaan besar, Majapahit. Artefak Majapahit baik candi maupun benda benda bebatuan lainnya memang berbicara tentang Majapahit. Terlebih benda benda yang berwujud prasasti dan manuskrip yang memang masih menyimpan pesan pesan penting yang ditulis di era Majapahit.

Kini sudah ada aplikasi yang dapat membantu mentransliterasi dari aksara latin ke Aksara Jawa Kuna atau Kawi. Aplikasi ini diciptakan dan dikembangkan oleh komunitas Kandangjago Yogyakarta.

Tradisi dalam teknologi. Foto: omahaksara

Melalui aplikasi ini aksara Jawa Kuna (Kawi) bisa mobile (kemana mana) dan bahkan bisa melanglang buwana menembus lintas negara bahwa Indonesia memiliki Aksara Ibu. Siapa lagi yang memperkenalkan aksara ibu ini kalau bukan pewarisnya?

KTP Digital dalam aksara.Foto: nng

Jangan sampai yang memperkenalkannya adalah bangsa asing. Pingin coba dan mengenal aksara Kawi lebih dalam? Bisa coba di: https://kandangjagojawa.github.io/

“Ada 2 versi, silahkan dicoba mana yang nyaman digunakan”, demikian kata Bayu Nerviadi, pengelola Omah Aksara dari Yogyakarta.

Aplikasi transliterasi aksara Kawi ke Latin dan sebaliknya memiliki peran yang sangat krusial dalam pemajuan budaya aksara Nusantara. Aksara Kawi merupakan leluhur dari banyak aksara daerah di Indonesia (seperti Jawa, Bali, dan Sunda) serta menyimpan banyak sekali catatan sejarah, sastra, dan kearifan lokal di dalam prasasti maupun naskah kuno (manuskrip) yang menjadi salah satu dari 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK).

Menjaga tradisi. Foto: omahaksara

Aplikasi ini akan dibagikan oleh Puri Aksara Rajapatni kepada para peserta Sinau Aksara Jawa (SAJ) di Surabaya.

“Aku share ke grup murid Rajapatni. Nuwun”, demikian kata Ita Surojoyo singkat. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *