Skip to content
Puri Aksara Rajapatni

Puri Aksara Rajapatni

  • Beranda
  • Artikel
  • Galeri
  • Photocaraka
  • Video
  • Kepustakaan
  • Agenda
  • Game
  • Bahasa Indonesia
  • English
  • Deutsch
  • 日本語

Kategori: Berita

Aksara Adalah Dasar Jendela Pengetahuan dan Gerbang Keilmuan Dunia.
Aksara Adalah Dasar Jendela Pengetahuan dan Gerbang Keilmuan Dunia.
- 29 Agustus 202429 Agustus 2024 -
Prince Haryo from Yogyakarta Palace Visits Pius X College in the Netherlands.
Prince Haryo from Yogyakarta Palace Visits Pius X College in the Netherlands.
- 28 Agustus 202429 Agustus 2024 -
Jalin Komunikasi Belanda – Surabaya, Warga Belanda Kabarkan Kunjungan Pangeran Haryo dari Keraton Yogyakarta ke Sekolah Pius X Collage di Belanda.
Jalin Komunikasi Belanda – Surabaya, Warga Belanda Kabarkan Kunjungan Pangeran Haryo dari Keraton Yogyakarta ke Sekolah Pius X Collage di Belanda.
- 28 Agustus 202428 Agustus 2024 -
Anak Muda Surabaya Siapkan Gelaran Ludruk Aji Saka 
Anak Muda Surabaya Siapkan Gelaran Ludruk Aji Saka 
- 28 Agustus 202428 Agustus 2024 -
Jurnalis de Volkskrant Belanda Menyimak Literasi Lokal di Kota Lama Surabaya.
Jurnalis de Volkskrant Belanda Menyimak Literasi Lokal di Kota Lama Surabaya.
- 26 Agustus 202426 Agustus 2024 -
Negarawan dan Budayawan A. Hermas Thony: Undang Undang Kepahlawanan Demi Keberlanjutan NKRI.
Negarawan dan Budayawan A. Hermas Thony: Undang Undang Kepahlawanan Demi Keberlanjutan NKRI.
- 25 Agustus 202425 Agustus 2024 -
Kota Lama Surabaya Dalam Mata Lensa De Volkskrant Belanda.
Kota Lama Surabaya Dalam Mata Lensa De Volkskrant Belanda.
- 23 Agustus 202424 Agustus 2024 -
Tugu Pahlawan dan Kisah Surabaya Untuk Mahasiswa Nusantara.
Tugu Pahlawan dan Kisah Surabaya Untuk Mahasiswa Nusantara.
- 22 Agustus 202422 Agustus 2024 -
Mahasiswa Nusantara Belajar Aksara Jawa Untuk Mengenal Budaya Lokal di Surabaya.
Mahasiswa Nusantara Belajar Aksara Jawa Untuk Mengenal Budaya Lokal di Surabaya.
- 21 Agustus 202421 Agustus 2024 -
Kolaborasi AMN, Puri Aksara Rajapatni dan Radar Surabaya Kenalkan Kearifan Lokal Surabaya Kepada Mahasiswa Nusantara.
Kolaborasi AMN, Puri Aksara Rajapatni dan Radar Surabaya Kenalkan Kearifan Lokal Surabaya Kepada Mahasiswa Nusantara.
- 20 Agustus 202420 Agustus 2024 -

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru

Terbaru

  • Vasatii Socaning Lokika Berjuang Demi Aset Sejarah Kraton & Gelar Pahlawan Nasional.
  • Kombinasi Makna Hari Proklamasi dan Hari Pahlawan
  • Berstatus Pahlawan Nasional: Administrasi Mengalahkan Substansi.
  • Antara Pemerintah Inggris Dan Pemerintah Indonesia.
  • Antara Pemerintah Inggris Dan Pemerintah Indonesia. Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Sri Sultan Hamengku Buwono II lahir pada 7 Maret 1750 dan wafat pada 3 Januari 1828. Dari tahun wafatnya hingga 2026 telah berlalu 198 tahun. Secara matematis dengan asumsi rentang satu generasi 25 hingga 30 tahun, kurun waktu tersebut mencakup sekitar 7 hingga 8 generasi manusia. Bisa dibayangkan berapa banyak kepala dalam satu generas yang dikalikan 7 hingga 8. Apalagi Sultan Hamengkubuwana II sendiri memiliki sekitar 80 anak yang lahir dari empat permaisuri serta puluhan selir selirnya. Trah Sri Sultan Hamengku Buwono II ini adalah keluarga besar keturunan Sultan Sepuh, raja Yogyakarta, yang memerintah dalam tiga periode (1792–1810, 1811–1812, dan 1826–1828) serta dikenal menentang keras penjajahan Belanda dan Inggris. Saat ini, keturunan HB II aktif berhimpun dalam paguyuban keluarga dan memperjuangkan sejumlah agenda sejarah penting. Diantaranya adalah pengajuan gelar Pahlawan Nasional kepada pemerintah Indonesia dan upaya pengembalian manuskrip dan aset bersejarah yang dijarah Inggris saat peristiwa Geger Sepehi 1812. Dari dua upaya itu, masing masing bergantung pada pemerintah Inggris untuk repatriasi dan pemerintah Indonesia untuk penganugerahan Pahlawan Nasional. Mana yang lebih sulit? Ternyata kedua upaya tersebut memiliki tingkat kerumitan yang tinggi karena melibatkan birokrasi, pertimbangan politik, serta proses hukum dan diplomatik antaranegara yang tidak mudah. Jika dari sisi pemerintah Inggris, urusannya bergantung pada keputusan politik dan izin dari pemerintah Britania Raya, yang sering kali memiliki aturan ketat terkait arsip atau barang bersejarah di museum/institusi mereka, seperti di the British Library dan the British Museum. Lantas bagaimana dengan di pemerintahan Indonesia sendiri? Biasanya harus melalui proses verifikasi ketat, seperti harus melalui proses penapisan oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan serta memenuhi syarat-syarat UU No. 20 Tahun 2009. Termasuk adanya Konsensus Politik dan Sejarah, yang membutuhkan kesepakatan nasional bahwa figur atau kontribusi yang diajukan benar-benar berdampak besar bagi kemerdekaan atau kedaulatan Republik Indonesia tanpa menimbulkan kontroversi sejarah. Jika nama, yang diusulkan adalah Hamengkubuwana II, Raja kedua Kesultanan Yogyakarta, apa yang perlu diragukan? Menurut laman https://jogja.antaranews.com/berita/837068/uji-materi-uu-gelar-tanda-jasa-menggugat-diskriminasi-historis-terhadap-sultan-hb-ii} bahwa pengusulan Sri Sultan Hamengkubuwana II sebagai Pahlawan Nasional dihadapkan pada tantangan administratif dan birokratis ketimbang substansi sejarah perjuangannya. Perdebatan yang muncul bukan pada penolakan rekam jejaknya yang gigih menentang dominasi asing, baik VOC, Daendels, maupun Raffles, melainkan pada hambatan prosedural. Sesulit itukah?. Lebih sulit mana dibandingkan dengan menghadapi dominasi asing yang merusak tatanan budaya dan hendak menguasai negara? (PAR/nng)
Puri Aksara Rajapatni
  • Beranda
  • Profil
  • Artikel
  • Agenda Kegiatan
  • Galeri Foto
  • Video
© 2024 - Puri Aksara Rajapatni. All Right Reserved
Puri Aksara Rajapatni
  • Beranda
  • Artikel
  • Galeri
  • Photocaraka
  • Video
  • Kepustakaan
  • Agenda
  • Game