Bilateral
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Perdana Menteri India, Narendra Modi, dijadwalkan akan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada awal bulan Juli mendatang. Dilansir dari India News Desk bahwa kunjungan kenegaraan ini merupakan kunjungan balasan atas pertemuan bilateral antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan PM Modi sebelumnya, serta untuk memperkuat kerjasama strategis antara kedua negara.

Saat ini kompleks Candi Prambanan sedang menjalani restorasi lanjutan untuk memperbaiki kerusakan akibat gempa Yogyakarta 2006 dan preservasi rutin. Restorasi ini juga merupakan wujud dari kerjasama di bidang kebudayaan kedua negara. Pemerintah Indonesia melalui kerjasama ini bahkan memperkuat kerja sama nyata dengan India (Archaeological Survey of India) untuk mempercepat proses pemugaran.

Sesuai dengan jadwal bahwa kunjungan pada awal Juli ini merupakan momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan India.
Menurut kabar, yang dilansir oleh Voice of Tomorrow, Indian News Desk, bahwa rencana kunjungan tersebut mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk terus memperdalam hubungan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Sementara itu dalam pertemuan Joint Commission Meeting/JCM ke-8, yang berlangsung di New Delhi pada akhir pekan lalu, Menteri Luar Negeri India, Jaishankar, juga menegaskan pentingnya posisi Indonesia dalam kebijakan luar negeri India, khususnya dalam strategi Act East Policy, yang selama ini menjadi salah satu pilar diplomasi India di Asia Tenggara.
Dalam rangka persiapan kedatangan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia, untuk memberikan perspektif lebih dekat akan digelar Press Briefing Rencana Kunjungan Perdana Menteri India ke Indonesia dan briefing ini akan dipimpin langsung oleh Dubes India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty pada Jumat siang, 3 Juli 2026. (PAR/nng).
