Sejarah
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Apa dan siapa Sepoy dan Gurkha itu?
Sepoy adalah prajurit infanteri pribumi India, yang direkrut oleh perusahaan dagang Eropa (seperti EIC) dan Angkatan Darat India Britania.
Istilah Sepoy adalah untuk sebutan prajurit infanteri biasa atau tamtama, yang berasal dari kata Persia/Urdu sipahi (prajurit). Dalam sejarah Nusantara, mereka direkrut dari berbagai kelompok etnis dan agama di India oleh kekuatan kolonial Eropa sejak abad ke-18 hingga paruh kedua abad ke-19.
Mereka ini pernah terlibat dalam Geger Sepoy di Mataram pada 1812 dan pernah memicu peristiwa besar Pemberontakan Sepoy (Indian Mutiny) pada tahun 1857 dalam melawan kekuasaan Perusahaan Hindia Timur Britania.
Gurkha adalah prajurit tangguh asal Nepal yang terkenal setia dan berani, serta direkrut secara khusus ke dalam Angkatan Darat Britania Raya dan India.
Mereka ini prajurit khusus yang berasal dari perbukitan Nepal dan nama Gurkha mengambil dari nama tokoh spiritual Hindu abad ke-18, Guru Gorakhnath, serta distrik Gorkha di Nepal. Mereka dikenal dengan moto keberaniannya “lebih baik mati daripada menjadi pengecut” dan senjata khas berupa pisau lengkung bernama kukri.
Mereka telah mengabdi bersama militer Inggris dan India selama lebih dari dua abad dalam berbagai palagan perang dunia hingga misi perdamaian internasional.
Rekrutmen oleh Inggris

Orang Gurkha secara tradisional direkrut dari berbagai etnis di bukit Nepal seperti, Magar, Chhetri, Gurung, dan Thakuri. Ketiga kasta tersebut adalah Gurkha asli yang berperang melawan Britania Raya. Bahun, Sherpa / Tamang tidak diizinkan untuk direkrut di tentara Gurkha. Sekarang, Gurkha berasal dari semua suku Nepal termasuk Gurung, Magar, Chhetri, Thakuri, Rai, limbu, Sherpa, Tamang, Newars, dan sebagainya.
Para pejabat Inggris pada abad ke-19 menyatakan Gurkha sebagai ‘Ras Martial’, istilah yang menggambarkan sifat mereka yaitu “suka berperang dan agresif dalam pertempuran”, memiliki kualitas keberanian, kesetiaan, kemandirian, kekuatan fisik, ketahanan, kedisiplinan, keuletan dan kekuatan militer. (Wiki)

Sementara Sepoy awalnya adalah sebuah gelar pemberian yang diberikan kepada seorang prajurit India. Pada masa modern, Angkatan Darat Nepal, Angkatan Darat India, Angkatan Darat Pakistan dan Angkatan Darat Bangladesh masih menggunakan pangkat tersebut untuk prajurit privat.
Di Indonesia, istilah ini lekat dengan peristiwa Geger Sepehi pada tahun 1812, ketika pasukan Inggris yang membawa tentara bayaran Sepoy menyerang dan menaklukkan Keraton Yogyakarta di masa Raffles.
Mereka baik Sepoy dan Gurkha adalah berlatar belakang India yang dipakai Inggris dalam penaklukkan wilayah jajaran seperti Surabaya (1945) dan Yogyakarta (1812). Akhirnya kedua kota ini dapat dijebol oleh kekuatan militer Inggris. Rakyat mundur ke luar kota. Sementara Raja Mataram ditangkap dan diturunkan dari tahta.
Tapi dua peristiwa itu bukan akhir dari perlawanan. Meskipun ibu kota kerajaan jatuh dan penguasa dilengserkan, perlawanan rakyat terhadap dominasi asing terus berlanjut dalam berbagai bentuk dan fase berikutnya. Pun demikian dengan rakyat Surabaya. Dengan pidato pidato heroik Bung Tomo, rakyat Surabaya bangkit dan menyatakan bahwa Indonesia masih ada. (PAR/nng)
