Budaya
Rajapatni.com: SURABAYA – Perupa Budi Irawan (Budi AN) sebagai warga kampung Pandean di lingkungan Kelurahan Peneleh Surabaya tak pernah lepas dari ramainya kunjungan wisatawan dari Kapal Pesiar, yang stop di Surabaya. Mereka juga berkunjung ke Kampung Peneleh
Ini karena peran Budi, yang turut menyajikan karya karya sketsa dan lukisnya tentang Surabaya untuk para wisatawan. Karya seni sketsa Budi ini menjadi souvenir dalam kunjungan singkat mereka di Surabaya.
Dalam satu kali kunjungan ke Peneleh, menurut koordinator pemandu wisata Surabaya, Tina, bisa mencapai 20 bus pariwisata. Bila dalam satu bus ada 20 wisatawan berarti ada 400 wisatawan. Kampung kampung Peneleh, yang tidak seberapa luas itu, bisa penuh sesak.

Pemandangan itu sebagaimana terlihat pada Jumat siang (17/4/26). Kedatangan wisatawan ini membangkitkan ekonomi kreatif warga setempat. Mereka bisa menjajakan kuliner olahan dan bahkan karya seni budaya sebagai oleh oleh dari Surabaya. Salah satu warga itu bernama Budi Irawan, yang berprofesi sebagai pelukis.

Budi Irawan menggambar wajah kota Surabaya yang berbau vintage seperti kampung kampung dan bangunan bangunan (arsitektur), yang di sela selanya hidup sosial budaya yang berkelanjutan.

Sketsa sketsa Budi ini menarik perhatian wisatawan. Mereka selain melihat wajah Surabaya secara langsung, ternyata juga tersedia karya seni yang bisa dibawa sebagai oleh oleh. Menurut Budi, kebanyakan tamu tamu, yang membeli karyanya sangat menghargai nilai nilai yang masih ada dan terekam dalam sketsa.

Umumnya sketsa yang ditawarkan Budi adalah replika (print) dari gambar aslinya. Per gambar print (replika) ukuran A4 dipatok harga $2 (Rp. 34.000). Sedangkan sketsa asli dipatok harga Rp. 800.000 atau setara $ 47- 50.

Wisatawan mancanegara menyukai lukisan sketsa cat air (watercolor sketch) karena kombinasi antara estetika yang menawan, kemudahan dalam pengangkutan (portability), dan kemampuannya menangkap suasana secara instan.
Media ini sering dianggap mampu menghadirkan nuansa yang dreamy, transparan, dan abadi. Karya karya Budi bisa menjawab itu semua. Bahkan ada daya imajinasi yang bisa ditambahkan Budi. Misalnya pakaian yang dibuat bercorak pakaian tradisional Madura.
Kedatangan wisatawan mancanegara ini adalah ladang inspirasi dalam berbagai karya mulai karya seni hingga karya kuliner dan lainnya, yang seberapa tanggap warga dalam mengambil kesempatan ini.
Bagi Budi berkarya adalah berbagi informasi yang tidak harus secara verbal. Karya seni sketsa berbicara banyak bahasa. (PAR/nng)
