Bertemu Gubernur Jawa Timur, Bicarakan Taman Perdamaian Dunia Soerja Madjapahit dan Rumah Radio Bung Tomo.

Budaya, sejarah

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Bambang Sulistomo (putra Bung Tomo dan Nanang Purwono (ketua Puri Aksara Rajaptni) beserta 3 orang lainnya dalam satu tim Soerja Madjapahit diterima oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar parawansa di Grahadi Surabaya pada Selesai pagi (2/2/26).

Mengawali pembicaraan, Nanang Purwono menyerahkan satu paket buku: Sketsa Kota Lama Surabaya dan Jejak Perjuangan Bung Tomo kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dua buku itu adalah wujud perhatian Nanang Purwono dan Puri Aksara Rajaptni terhadap sejarah Bung Tomo di situs Jalan Mawar 10 Surabaya dan aksara daerah, yang umum menjadi alat komunikasi tulis di era Majapahit dan sesudahnya dalam pemajuannya.

Gubernur Khofifah didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta jajaran terkait lainnya.

Bambang Sulistomo dalam pertemuan itu menyampaikan rencana pembangunan Taman Perdamaian Dunia Soerja Madjapahit di areal lahan di Desa Pakis, Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Menurut Bambang lahan seluas 22,9 hektar itu akan segera dibangun Taman Perdamaian Dunia Soerjo Modjopahit. Menurut Bambang lahan itu akan dijadikan kawasan wisata budaya dan edukasi yang mengangkat peradaban Majapahit.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa pemerintahannya mendukung rencana pembangunan itu dan bersedia membuka akses jalan menuju lokasi kawasan.

Berapa lebar dan panjang jalan menuju ke kawasan itu. Kami selalu mendukung untuk pemajuan nilai dan peradaban Majapahit”, jelas Khofifah menanggapi Bambang tentang permohonan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sebagai bentuk pemajuan, pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah nyicil dalam pembangunan di kawasan Jawa Timur sebagai peninggalan jejak Majapahit.

Pemerintah pun mendorong sektor sektor pendukung untuk berkembang dengan karya karya kreatifnya.

Coba ambilkan karya lambang Surya Majapahit”, pinta Gubernur kepada jajarannya, yang tidak lama lalu kembali dengan souvenir lencana Surya Majapahit.

Terkait dengan Taman Perdamaian Dunia Soerja Majapahit (TPDSM), bahwa pembangunan tahap awal akan difokuskan pada pemerataan lahan, penataan kawasan, serta penanaman pohon. Meski demikian, pihak pengelola harus memastikan kelestarian lingkungan tetap menjadi prioritas utama sehingga keberadaan pepohonan di area tersebut tetap dipertahankan sebagai bagian dari konsep green cultural tourism.

insyaallah Pembangunan akan dimulai setelah panen tebu karena lahan untuk saat ini dimanfaatkan sebagai kebun tebu” tambah Bambang.

 

Rumah Radio Bung Tomo

Meja bundar. Foto: par

Dari bicara tentang rencana pembangunan Taman Perdamaian Dunia Soerja Majapahit, lalu bergeser topik lain tentang Rumah Radio Bung Tomo.

Terima kasih, terkait dengan Rumah Radio Bung Tomo, yang sebetulnya meskipun bangunan Cagar Budayanya tidak ada (sudah dibongkar), tapi situs di persil jalan Mawar 10 masih ada. Ada keinginan terhadap situs itu, yaitu untuk pemanfaatan sebagai ruang publik baik itu sebagai stasiun Radio, yang ber positioning tentang perjuangan Bung Tomo dan nilai nilai kejuangan serta kepahlawanan, juga bisa dimanfaatkan sebagai perpustakaan, laboratorium kejuangan dan hub kepahlawanan”, jelas Nanang kepada Gubernur.Khofifah.

Menurut Khofifah perihal Rumah Radio Bung Tomo bisa langsung berkoordinasi dengan walikota Surabaya Eri Cahyadi.

Tanda pertemuan.Foto: par

 

“Saya itu kepingin Surabaya memiliki titik titik historis sebagai wahana edukasi sejarah seperti Rumah HOS Tjokroaminoto, Rumah Lahir Bung Karno. Termasuk Rumah Radio Bung Tomo sebagai bagian dari jejak perjuangan rakyat Surabaya”, jelas Gubernur Khofifah kepada Nanang dan lainnya.

Nanang juga menyampaikan terkait dengan pelestarian budaya Majapahit adalah bahwa Majapahit bisa tumbuh dan berkembang serta mencapai keemasan dengan Sumpah Palapanya karena peran literasinya, Aksara.

Hingga sekarang banyak temuan temuan prasasti, yang menggunakan aksara Jawa Kuno (Kawi). Sehingga upaya pemajuan aksara daerah sangat diperlukan.

Bambang Sulistomo menerima cinderamata dari Gubernur Jawa Timur. Foto: nng

Mengakhiri pertemuan itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa memberikan cinderamata berupa lencana Surya Majapahit kepada Bambang Sulistomo. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *