Wismilak: Menjaga Warisan Budaya

Sejarah, Budaya

Rajapatni.com: SURABAYA – Menjaga Nafas Warisan Budaya di Jantung Kota Surabaya. Di tengah pesatnya modernisasi Kota Surabaya, tidak banyak perusahaan yang benar-benar memberi ruang bagi sejarah untuk tetap hidup. Di antara perkembangan tersebut, PT Wismilak Inti Makmur Tbk memilih untuk memberi ruang bagi sejarah agar tidak hilang di tengah perkembangan kota. Bagi Wismilak, pertumbuhan bisnis tidak berarti menghilangkan jejak masa lalu, melainkan dapat berjalan berdampingan.

 

Sinergi Bisnis dan Pelestarian Sejarah

Logo perusahaan. Foto: wismilak

Berbeda dengan banyak perusahaan yang memilih gedung perkantoran modern yang seragam, Wismilak justru memilih untuk berkantor pusat di sebuah gedung cagar budaya legendaris yang berada di persimpangan Jalan Raya Darmo dan Jalan Dr. Soetomo. Keputusan ini mencerminkan filosofi perusahaan: bahwa kemajuan masa depan harus berpijak pada nilai-nilai masa lalu yang kokoh.

Pendekatan ini juga sejalan dengan tantangan yang dihadapi berbagai kawasan bersejarah di Surabaya, terutama di sepanjang Jalan Rajawali, Kota Lama Surabaya. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat sejarah dan aktivitas ekonomi di masa lalu. Tantangannya hari ini adalah bagaimana bangunan-bangunan tersebut tidak hanya menjadi artefak mati, melainkan ruang usaha produktif yang tetap terjaga keasliannya.

Komitmen Wismilak dalam merawat dan menghidupkan nilai sejarah juga diwujudkan melalui keberadaan museum perusahaan yang menyimpan perjalanan dari generasi pendiri hingga saat ini. Museum ini tidak hanya menjadi ruang dokumentasi, tetapi juga sarana edukasi, yang dapat diakses publik melalui kunjungan dengan janji temu terlebih dahulu melalui email: museum@wismilak.com.

Gedung Graha Wismilak di perempatan Jalan Darmo dan jalan dr Sutomo Surabaya. Foto: ist

Sejarah tersebut tidak berhenti pada koleksi yang tersimpan di dalamnya. Bangunan Grha Wismilak sendiri memiliki nilai historis yang kuat, di mana berdasarkan catatan sejarah, lokasi ini pernah difungsikan sebagai gudang penyimpanan senjata pada masa perjuangan kemerdekaan. Hal ini semakin menegaskan bahwa Wismilak tidak hanya menempati bangunan bersejarah, tetapi juga menjadi bagian dari narasi besar perjalanan bangsa Indonesia.

 

Jejak Ekonomi: Dari Perkebunan hingga Industri Modern

Narasi sejarah Kota Lama mencatat bahwa kemegahan gedung-gedung seperti Gedung Internatio dan kantor-kantor di Jalan Rajawali adalah hasil dari kejayaan ekonomi perkebunan di Jawa bagian Timur. Wismilak melanjutkan estafet ekonomi ini dengan menjadi salah satu pemain utama dalam industri nasional yang berbasis di Surabaya.

Kota Lama Surabaya dalam sketsa. Foto: par

Jika dahulu Surabaya adalah pusat administrasi perusahaan perkebunan yang hasil kekayaannya dinikmati hingga ke Amsterdam dan Rotterdam, kini Wismilak membawa identitas lokal tersebut ke kancah global dengan tetap mempertahankan kantor pusatnya sebagai ikon wisata heritage.

 

Memberdayakan Komunitas dan Budaya

Bersama kita bisa ! Foto: par

Bagi Wismilak, warisan budaya bukan hanya soal bangunan, tetapi juga tentang orang-orang yang menjaganya. Hal ini sejalan dengan semangat warga di Jalan Gelatik atau Jalan Branjangan yang terus berperan aktif dalam menjaga identitas lingkungannya.

Menjaga arsitektur melalui ingatan kolektif. Foto: par

Melalui berbagai inisiatif sosial dan dukungannya terhadap ekonomi kreatif, Wismilak turut menghidupkan ekosistem di sekitar situs-situs bersejarah. Wismilak tidak hanya hadir sebagai pelaku industri, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem sosial yang memastikan bahwa: Arsitektur Klasik Tetap Relevan:  Pemanfaatan bangunan bersejarah sebagai ruang kerja yang fungsional dan selaras dengan kebutuhan masa kini.

 

Edukasi Budaya:

Perempatan Kota Lama Surabaya. Foto: par

Dukungan terhadap peningkatan kesadaran akan nilai budaya sekaligus potensi ekonominya bagi masyarakat PT Wismilak Inti Makmur Tbk adalah bukti nyata bahwa identitas perusahaan yang kuat lahir dari apresiasi terhadap lingkungan tempatnya tumbuh. Di antara Jembatan Merah yang bersejarah dan arsitektur modern Jalan Rajawali, Wismilak berdiri tegak bukan hanya sebagai simbol kesuksesan bisnis, melainkan sebagai penjaga warisan budaya yang terus hidup di tengah hiruk-pikuk Kota Surabaya. (PAR/nng/wismilak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *