Budaya
Rajapatni.com: SURABAYA – Peringatan Hari Warisan Budaya Dunia pada Sabtu (18/4/26) di Hotel Horison Arcadia Heritage Rajawali Surabaya menjadi ruang temu kangen beberapa pegiat dan pemerhati sejarah budaya Surabaya.
Ini adalah sebuah rekonstruksi moral sebagai kekuatan dalam upaya bersama menjaga, melestarikan dan memajukan warisan budaya Surabaya baik yang bendawi (tangible) maupun tak benda (intangible).

Di belakang aset warisan budaya, memang perlu ada insan insan pengawal heritage. Di balik setiap aset warisan budaya (heritage), mutlak diperlukan insan-insan pengawal yang berdedikasi, mulai dari komunitas lokal, sejarawan, akademisi, hingga pemerintah, untuk memastikan kelestariannya. Warisan budaya menceritakan identitas suatu bangsa dan seringkali bersifat tidak tergantikan, sehingga peran aktif dalam perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatannya sangat krusial agar tidak hilang ditelan zaman.

Pemikiran dan konsep konsep dalam upaya perlindungan akan bisa tepat sasaran dalam meningkatkan kesadaran semua pihak demi tujuan bersama. Dengan fokus pada Kota Lama Surabaya, ada mutiara mutiara yang perlu dijaga.
Kota Lama Surabaya adalah “mutiara” sejarah, yang sungguh perlu dijaga. Keberadaannya mencakup kawasan Eropa, Pecinan, dan Arab, yang sarat bangunan cagar budaya dan nilai nilainya. Pelestarian ini krusial untuk menjaga identitas multikultural, sosial budaya, estetika arsitektur yang eksotis, serta menghidupkan kembali saksi bisu sejarah di sana.

Silaturahmi pada Sabtu sore itu semakin memperkuat makna diskusi tentang Kota Lama Surabaya. Yakni dengan hadirnya pemikir pemikir untuk perlindungan warisan budaya. Mereka ada kurator seni, jurnalis, guru, pegiat sejarah dari beberapa komunitas serta dari himpunan pramuwisata.
Momen silaturahmi itu berlangsung setelah acara Talkshow selesai. Ini menjadi semacam agenda tindak lanjut pada pasca Talkshow. Misalnya pada Minggu sore akan ada pertemuan santai tentang review Kota Lama Surabaya di Hotel Horison Arcadia Heritage Rajawali Surabaya dan sekaligus menikmati pameran sketsa di sana sebagai media informasi.
Masih akan ada peluang dan kesempatan untuk membangun ekosistem pelestarian warisan budaya untuk Kota Lama Surabaya dan kawasan lainnya di Surabaya. Surabaya adalah wadah kolaboratif dengan sumber daya yang kaya. (PAR/nng)
