Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 Telusuri Dan Kuatkan Jejak Jejak Nusantara.

Budaya, aksara.

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Kota Malang, Bhumi Singasari (pusat sejarah, lokasi berdirinya, serta tempat peninggalan penting dari Kerajaan Singasari pada abad ke-13), akan menjadi tempat dan saksi Perhelatan nasional berupa Kongres Kebudayaan Nusantara 2026. Acara berskala nasional ini menjadi rangkaian penyelenggaraan Kongress yang akan bertempat di lima daerah. Pertama adalah Jawa Timur yang bertempat di Malang, tepatnya Pendapat Kabupaten Malang. Berikutnya adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali dan Sumatera Utara.

Forum kebudayaan berskala nasional ini diproyeksikan menjadi wadah pertemuan para budayawan, akademisi, penghayat kepercayaan, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat arah pemajuan kebudayaan Indonesia.

Kongres ini mengusung tema “Menggali Jejak-jejak Peradaban Nusantara sebagai Pondasi Nilai Kearifan Luhur untuk Membangun Kepribadian Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045.”

Dikutip dari Media Realita bahwa panitia kongres telah mengundang Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto; Menteri Kebudayaan Fadli Zon; Dr. Bambang Noorsena; Prof. Djoko Saryono serta jajaran terkait lainnya.

Selain dihadiri unsur pemerintah dan akademisi, kongres juga akan melibatkan para budayawan, pemerhati budaya, komunitas penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, paguyuban budaya, serta perwakilan trah kerajaan Nusantara, mulai dari Medang, Tumapel, Singasari, Kediri, Jenggala, Majapahit, Demak, Pajang, Mataram Islam, Banten, Cirebon, Pajajaran hingga komunitas budaya dari Bali.

Tentang Kongres Kebudayaan Nusantara 2026. Foto: ist

Menurut panitia, kegiatan tlyang digelar pada Sabtu, 8 Agustus itu, akan dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai dengan target sekitar 1.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Hasil kongres diharapkan dapat melahirkan rekomendasi strategis bagi pemerintah dalam upaya pelestarian, pengembangan, dan pemajuan kebudayaan nasional.

Meski sudah mengundang Presiden, tapi masih menunggu konfirmasi dari Istana. (PAR/nng)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *