Kelas Sinau Aksara Jawa Terus Berjalan Di Tengah Tengah Kesibukan & Ketidakpedulian.

Budaya, Aksara

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Jika bukan panggilan, belum tentu mau melakukan dengan ikhlas untuk datang ke kelas Sinau Aksara Jawa. Panggilan ini berlaku baik pada pengajarnya maupun pesertanya.

Apalagi mengajar ini bersifat relawan, alias tidak dibayar. Namun selalu tampil maksimal, baik dalam wujud berbagi ilmu maupun pembawaan, yang bersifat Kejawan.

Kelas Sinau Aksara Jawa di Rumah Bahasa Surabaya. Foto; nng

Para pembelajar juga demikian. Mereka adalah sedot orang yang terpanggil diantara sekian banyak orang Jawa yang “lupa” Jawanya. Usianya masih belia yang rata rata berusia anak setingkat SMA.Ada yang pasca SMA.

Ita Surojoyo dari Puri Aksara Rajapatni sebagai relawan mengajar aksara Jawa. Foto: nng

Rumah Bahasa Surabaya di Komplek Balai Pemuda Surabaya adalah rumah belajar, yang pengelolanya berhati terbuka (welcome) demi Surabaya. Rumah Bahasa ini dikelola di bawah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, yang siap dan mendukung untuk edukasi anak anak Surabaya. Aksara Jawa bukan milik individu atau kelompok tertentu tetapi milik bangsa Indonesia yang keberadaannya ada di Surabaya juga.

Panggilan budaya untuk mengajar Aksara Jawa.. Foto: nng

Salut dan terima kasih kepada pengelola Rumah Bahasa dari penyelenggara kegiatan edukatif Sinau Aksara Jawa, yang membuka gratis untuk arek arek Surabaya: tidak perlu keluar uang sepeserpun apapun alasannya.

Nyaman belajar di Rumah Bahasa yang dikelola Dinas Perpustakaandan Kearsipan Kota Surabaya. Foto: nng

Belajar pun nyaman dan tenang meski berada di lingkungan yang ramai, Balai Pemuda Surabaya. Kegiatan edukatif Sinau Aksara Jawa ini mensupport fungsi tempat yang memang telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan memberikan nilai nilai edukasi positif: berupa pembelajaran literasi kuno (budaya).

Aksara Jawa adalah literasi tradisional yang dewasa ini cukup langka, tetapi masih ada yang mau belajar dan mengajarkannya. Tempat, yang dikelola oleh pemerintah, memang layak mewadahinya seperti Rumah Bahasa. Ini membantu memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian budaya Nusantara.

Meski di Rumah Bahasa ini tidak ada wujud benda kuno sebagai wujud peninggalan masa lalu (manuskrip) yang bertuliskan aksara daerah, namun peserta Sinau Aksara Jawa telah menorehkan signage yang tertulis dalam Aksara Jawa yang berbunyi Rumah Bahasa Surabaya. Ini adalah kontribusi positif dari hasil pembelajaran Aksara Jawa. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *