Dalam Mimpi Sang Raja Kertanegara Bertemu Putrinya Dyah Gayatri Rajapatni.

Budaya

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Ada pihak pihak meyakini bahwa Patung Joko Dolog, di belakang Taman Apsari Surabaya, yang merupakan perwujudan Raja Kertanegara, itu “hidup”. Dia memiliki “kekuatan” yang tidak bisa dilihat mata.

Dulu saya pernah membawa rombongan mahasiswa Politeknik Pariwisata Bali satu bus berkunjung ke Joko Dolog.. Sebagian mahasiswa asli Bali. Lainnya pendatang yang kuliah di Bali.

Seperti biasa begitu turun dari bus, mereka ku ajak masuk ke area patung yang berpagar besi dan berpintu bentuk gapura bentar, yang di dalamnya ada patung Joko Dolog dan arca arca kecil serta beberapa lingga besar. Namun ada beberapa mahasiswa dan dosen yang memilih berdiam di luar pagar (tidak masuk) dengan alasan tidak bawa sesajen.

Saya memaklumi tapi ingin bertanya lebih lanjut, waktu harus digunakan untuk memberikan penjelasan di seputar Arca Joko Dolog. Sebagian besar peserta ikut masuk.

Area patung Joko Dolog di belakang Taman Apsari Surabaya. Foto: ist

Selepas menjelaskan (guiding) tentang Joko Dolog dan sebelum masuk ke dalam bus serta  menunggu mahasiswa makan bakso, saya gunakan bertanya kepada sang dosen yang tidak ikut masuk. Jawabnya karena ia dan yang tidak masuk, tidak membawa sesajen untuk persembahan yang ada di dalam. Kebiasaan mereka memang kalau mau masuk ke area seperti itu, mereka selalu mempersiapkan sesajen lengkap.

Sang dosen menjelaskan sebagian yang masuk menggantinya dengan buah jeruk yang menjadi konsumsi peserta tour. Di dalam area purbakala itu ada sosok perwujudan Raja Besar, Raja Kertanegara. Ia dan yang tidak masuk sangat menghormati tradisi bawa sesajen.

Membawa sesajen ke tempat keramat seperti candi atau komplek purbakala seperti Joko Dolog, pada hakikatnya adalah simbol doa, rasa syukur, dan penghormatan kepada Tuhan, alam semesta, serta para leluhur. Ini adalah bentuk komunikasi spiritual dan kearifan lokal yang sarat akan makna budaya, bukan sekadar praktik mistis atau penyembahan makhluk halus.

Lalu saya menunjukkan ke arah arca Joko Dolog sambil bernarasi dari luar pagar. Sang dosen mengangguk dan percaya.

Ya, sang arca besar itu bisa “ bicara”. Itu kata sang dosen.

Penjelasan singkat itu persis sebagaimana tergambar dalam mimpi yang membangunkan saya tepat pukul 02.00 Selasa dini hari (30/6/26)

Joko Dolog adalah perwujudan Raja Kertanegara, yang salah satu putrinya adalah istri Raja Pertama Majapahit. Sang putri bernama Dyah Gayatri Rajapatni. Sang cantik jelita dari zaman dahulu kala.

Dalam mimpi itu kulihat Sang Raja membelai rambut putrinya, yang seolah lama tak berjumpa karena telah terpisah ruang dan masa.

Banyak pegiat budaya yang sering datang ke Arca Joko Dolog mengatakan bahwa Joko Dolog ini memiliki kekuatan besar. (PAR/nng)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *