Budaya
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Bermula dari perbincangan santai tentang sejarah Surabaya dengan Ahmad Dhani di Restography Heritage Kayoon Cafe (belum buka) di Jalan Kemiri pada Rabu petang (17/6/26), lantas mengerucut berdiskusi tentang Buyutnya Ahmad Dhani, yang dimakamkan di Pemakaman Eropa Peneleh..
Nama moyang dari garis ibu, Louise Elisabeth Kohler Geb Pheffercom, sesuai cerita Dhani berdasarkan “Sejarah dan Silsilah Otentik keluarga Joyce Theresa Pamela Kohler”, dijelaskan bahwa garis keturunan langsung itu berlanjut hingga hari ini, khususnya yang berasal dari pernikahan pertama Jan Pieter dengan Johanna Geertruida Elise Huijsen.
Freddy Rudy Paul Köhler
Dari pasangan itu (Jan Pieter X Johanna Geertruida Elise Huijsen), lahirlah putra tunggal yang bernama Freddy Rudy Paul Köhler, yang lahir di Surabaya pada 10 Juli 1914. Freddy menempuh pendidikan di HBS (Hoogere Burgerschool) Surabaya dan selanjutnya meneruskan pendidikan dengan menamatkan cursus Boekhouden (Tata Buku) hingga memperoleh ijazah bergengsi Bond A (Elementair Boekhouden) dan Bond B (Middelbaar Boekhouden).
Kualifikasi ini memberikan keahlian resmi bagi dirinya untuk bekerja sebagai seorang Boekhouder (Ahli Tata Buku atau Pembukuan Keuangan profesional).
Pada tahun 1941, Freddy Rudy Paul Köhler menikah dengan *Elvira Georgina Constance Anthonijsz*.
Berbeda dengan ayahnya, yang selanjutnya pindah ke Belanda pada tahun 1952, Freddy Rudy Paul Kohler lebih memilih untuk tetap tinggal dan melanjutkan kehidupannya di Indonesia.
Joyce Theresia Pamela Kohler
Pernikahan Freddy Rudy Paul Köhler dan Elvira dikaruniai 5 orang anak. Anak ketiga mereka adalah seorang putri yang bernama Joyce Theresia Pamela Köhler, yang lahir pada 29 Agustus 1945. Joyce Pamela kemudian menikah dengan Eddy Abdul Manaf..
Dari pernikahan Joyce Theresia Pamela Köhler dan Eddy Abdul Manaf, lahirlah tiga orang anak, yaitu: Dhani Ahmad Prasetyo (anak pertama) yang dikenal dengan nama Ahmad Dhani, lalu Dini Arofa (anak kedua) dan Dian Rahmaniar Sundari (anak ketiga).
Ahmad Dhani
Jadi, ibu kandung Dhani, Joyce Theresia Pamela Köhler, tidak lain adalah anak dari pasangan Freddy Rudy Paul Köhler yang menikah dengan Elvira Georgina Constance Anthonijsz.
Freddy Rudy Paul Köhler dan Elvira Georgina Constance Anthonijsz adalah kakek dan nenek Ahmad Dhani. Sementara yang sudah diketemukan di Fak F nomor B 2192 atas nama Louise Elisabeth Kohler Geb Pheffercom adalah moyang dari ibu kandung Dhani.
“Iya, Louise Elisabeth Kohler itu Mbah moyang perempuan dari garis ibu saya”, jelas Ahmad Dhani yang baru saja menelpon ibunya untuk konfirmasi nama buyut perempuannya.
“Siapa nama lengkap Mbah moyang perempuan dari garis mama, yang ada di Peneleh?”, begitu tanya Dhani kepada ibunya malam itu juga
Data Silsilah Keluarga

Tidak lama setelah berpamitan pulang, Dhani mengirim data silsilah keluarga ke penulis. Berbekal data itulah penulis mulai melacak berdasarkan pelacakan digital melalui laman krancher.com. Begitu nama keluarga dimasukkan dalam isian pencarian (search), lantas keluarkah data nama yang dicari dan ketemulah nomor registrasi makam yang sesuai dengan data yang dimiliki keluarga.
Pelacakan Lapangan
Keesokan harinya, Kamis (18/6/26), Penulis menghubungi petugas jaga makam dan meminta untuk mencari makam sesuai data yang ada. Yaitu atas nama Louise Elisabeth Kohler dengan nomor B2192. Pada Kamis siang, Nanang bersama pegiat budaya Christanto Wibisono mendatangi makam Peneleh.

Setiba di makam Peneleh, Nanang dan Christanto Wibisono langsung menuju pos jaga dan mencari peta makam untuk menemukan lokasi sesuai dengan nomor, B2192.

Atas bantuan petugas makam, Nano, Nanang dan Christanto menuju lokasi makam. Sesampai di sekitar lokasi makam, maka dilakukan pencarian secara manual. Yaitu mengenali letak makam berdasarkan gambar peta, yang ternyata terletak di urutan 14 (dari selatan) yang dihitung dari persimpangan jalan/koridor di sisi selatan atau baris ketiga dari makam paling ujung selatan terdekat dengan tembok makam.

“Pencarian dengan cara ini kami lakukan karena pada makam buyut Mas Dhani sudah kehilangan marmer nomor registrasi. Jadi harus dicari secara manual dengan menghitung jumlah makam pada baris yang ada sesuai peta”, jelas Nano, petugas makam yang mendampingi pencarian

Ternyata kondisi makam sudah rusak. Makam berlobang dan nisan yang bertulis sudah pecah yang sebagian besar pecahan nisan sudah hilang. Nama moyang Dhani tidak ada. Namun yang bisa dibaca adalah nama Charles Pereira, yang lahir pada 31 Maret 1844.

Berdasarkan data itu, lantas penulis mencari nama Charles Pereira dalam cara pencarian laman Krancher.com. Dari pencarian itu, diketahui Charles Pereira berada di makam no B2192. Di liang yang sama sesuai data keluarga adalah tempat dimana Louise Elisabeth Kohler Geb Pheffercom dikuburkan.
Klop
Jadi klop lah antara data keluarga, data Krancher.com dan hasil pencarian lapangan (verifikasi faktual).
Lantas, siapakah Charles Pereira yang lahir di Surabaya pada 31 Maret 1844?
Donkersloot
Beberapa waktu lalu (April 2026), penulis juga dimintai tolong keluarga keturunan Donkersloot di Belanda. Donkersloot adalah keluarga Bangsawan di Belanda, yang dari keturunannya di Surabaya pada era kolonial adalah pengusaha kaya raya, tuan tanah, yang memiliki bisnis perumahan atau villa dan perkebunan kopi di Tretes. Di Surabaya ada kantornya dengan nama Van Vloten yang bertempat di pojokan jalan Basuki Rahmat sekarang (di gedung Apotik Simpang).
Dari garis keturunan Donkersloot, Michiel Eduard Donkersloot, yang datang ke Surabaya pada April 2026 dan mencari jejak pemakaman ahli kubur Donkersloot, wal hasil telah ditemukan pula di Pemakaman Eropa Peneleh. Makamnya ber-registeasi nomor B611, yang posisinya berada di lorong, yang sama dengan keberadaan makam buyut Ahmad Dhani (di Fak F no. B 2192). Hanya terpaut 17 makam di barisan yang sama.

Michiel Eduard punya maksud akan merenovasi makam Donkersloot dan dirinya sudah berkirim surat ke walikota Surabaya melalui mitra Puri Aksara Rajapatni tapi belum mendapat respon tuntas dari pihak pemerintah.

Bagaimanapun, respon dari keturunan keluarga Donkersloot ini adalah kabar baik dari dampak positif proyek revitalisasi Peneleh sebagai Living Library, yang dikerjakan antara komunitas di Surabaya dan TiMe Amsterdam tahun 2024.
Semoga makam Eropa Peneleh dapat menjadi jembatan kerjasama antara Belanda dan Indonesia. (PAR/nng)
Notes:
Anak → Bapak/Ayah → Kakek → Buyut → Moyang → Canggah
(Moyang): Johan Gustaf Kohler X Louise Elizabeth Pheffercorn (B2192)
(Buyut): Jan Pieter Frederick Kohler X Johanna Geertruida Elise Huijsen
(Kakek-Nenek): Freddy Rudy Paul Köhler X Elvira Georgina Constance Anthonijsz
(Orang tua): Joyce Theresia Pamela Köhler X Eddy Abdul Manaf (ayah dan ibu Dhani)
(Anak) Ahmad Dhani
