Puri Aksara Rajapatni Hadiahkan Radio dan Buku Tentang Surabaya kepada Ahmad Dhani.

Budaya

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Setelah ada Cafe Dewa 19 di MERR Surabaya milik musisi Ahmad Dhani, yang juga anggota DPR RI dari Dapil Surabaya, segera akan hadir restography baru lagi di Surabaya, tepatnya di jalan Kemiri di kawasan Kayoon.

Restography Ini merupakan konsep destinasi kuliner, yang menggabungkan unsur restoran dengan fotografi dan memorabilia. Istilah restography ini memang dipopulerkan oleh musisi Ahmad Dhani melalui jaringan bisnis kulinernya, seperti Dewa 19.

 

Salah satu ruang di Restography Heritage Kayoon Surabaya. Foto: par

Restography miliknya di jalan Kemiri ini berkonsep vintage, yang menempati komplek gedung heritage di jalan Kemiri Surabaya. Di dalamnya terdapat tiga konsep cluster dengan nuansa Eropa (Belanda), Jawa dan China. Di masing masing cluster didukung oleh artefak artefak tematik yang selaras. Misalnya di cluster Tionghoa dipenuhi pintu pintu bergaya Tiongkok lengkap dengan ciri khasnya aksara aksara Hanzinya.

Di cluster Jawa tidak lupa dengan gaya bangunan Joglonya. Apalagi di area kolonial Belanda nya yang langsung lekat dengan bangunan, ruang dan aksesoris Surabaya tempo dulunya, misalnya foto foto trem listrik.

Selain menyajikan foto foto dokumentasi perjalanan Dewa 19, komplek restography heritage ini juga dilengkapi dengan panggung musik untuk acara acara live musik dan lainnya.

Persis pada penanggalan Tahun Baru Jawa di hari Selasa (17/6/26) tim Puri Aksara Rajapatni berkesempatan mampir melihat persiapan pembukaan Restography yang bernama Heritage ini. Ketua Puri Aksara Rajapatni Nanang Purwono bersama sekretaris Novita Dwi Rahayuningtyas langsung bertemu Ahmad Dhani.

Penyerahan buku Sketsa Kota Lama Surabaya kepada Ahmad Dhani oleh Nanang Purwono. Foto: par

Pada kesempatan itu, Nanang memberikan cinderamata berupa radio model vintage yang diberi nama merk “Radio Bung Tomo” (RBT) dan dua buku terbitan Puri Aksara Rajapatni yang berjudul “Jejak Perjuangan Bung Tomo di Mawar 10-12 Surabaya” dan “Sketsa Kota Lama Surabaya” langsung kepada Ahmad Dhani.

Ahmad Dhani menyimak gambar gambar sketsa yang dibuat Budi Irawan. Foto: par

Pada kesempatan penyerahan radio itu, Nanang langsung menunjukkan menyalakan radio yang secara otomatis berbunyi petikan suara pidato Bung Tomo. Begitu mendengarkan suara pidato Bung Tomo, Dhani dan keluarga serta mitra yang saat itu ada di suatu ruangan terpana mendengar kan suara pidato Bung Tomo dari Radio model vintage hasil karya anak anak SMKN 12 Surabaya itu.

Radio Bung Tomo (RBT) menghiasi salah satu ruang Heritage Kayoon..Foto: par

Mendengar isi pidato yang memang berupa cuplikan itu, Dhani minta agar ada versi full pidato radio Bung Tomo.

Wah, kalau bisa versi full pidatonya pidato Bung Tomo”, kata Ahmad Dhani.

Selain itu Dhani juga kagum pada buku baru Sketsa Kota Lama Surabaya yang mengetengahkan gambar gambar sketsa Kota Lama Surabaya. Apalagi dalam buku itu ditulis dalam aksara daerah Jawa, Hanacaraka. Atas dua cinderamata Radio Bung Tomo dan buku yang mengangkat nilai nilai budaya dan kejuangan itu, Dhani berkata bahwa pesan pesan ini harus tersampaikan ke Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Nanang Purwono (penulis) dan Ahmad Dhani di Restography Heritage Kayoon Surabaya.Foto: par

“Pak Menteri Fadli Zon, kalau ke Surabaya, harus tau ini. Jika dalam waktu dekat beliau ke Surabaya, nanti bisa ketemu dan saya dampingi atau saya bawa sampean ke Jakarta”, kata Dhani kepada Nanang. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *