Pameran Sketsa Kota Lama Surabaya Maknai Peringatan Hari Warisan Budaya Dunia 2026 di Surabaya

Budaya

Rajapatni.com: SURABAYA – Dalam rangka peringatan Hari Warisan Budaya Dunia (World’s Heritage Day) 2026 sejumlah Sketsa Kota Lama karya Budi Irawan dipamerkan di Hotel Arcadia Heritage Rajawali Surabaya mulai Sabtu, 18 April 2026.

 

Kosmopolitan

Kota Lama Surabaya adalah jejak kota kosmopolitan, yang pernah menjadi wadah masyarakat dunia (Eropa, China, Melayu dan Arab serta etnis lokal Jawa dan Madura).

Seorang model cantik menambah cantik nya kota lama Surabaya. Foto: par

Melalui karya seni perupa Budi Irawan, kita diingatkan bahwa masih ada ruang hidup di sela sela bangunan arsitektur kolonial di sana. Ruang hidup ini adalah dinamika keberlanjutan masa dari masa lalu, masa kini dan masa depan. Ruang hidup itu adalah harapan bagi siapapun yang menyandarkan hidup di sana.

 

Ruang Hidup dan Memori

Karya Budi Irawan menghadirkan kembali potret sejarah, seperti suasana Surabaya di pertengahan abad 18 yang memperpanjang ingatan kolektif masyarakat akan masa lalu di tengah perubahan modern.

 

Dinamika Keberlanjutan

Buritan Kota Lama Surabaya. Foto: par

Dengan melukis ulang objek lampau, Budi menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Bangunan kolonial bukan sekadar objek mati, melainkan saksi bisu yang di sela-selanya masih terdapat aktivitas dan dinamika kehidupan manusia sehari-hari.

 

Harapan dan Kelangsungan

Meskipun objek yang dilukis adalah bangunan tua, ruang-ruang di sekitarnya tetap menjadi tempat manusia menyandarkan hidup, bekerja, dan menatap masa depan, menunjukkan daya tahan dan harapan hidup.

The last standing town wall. Foto,: par

Ilustrasi tersebut akan semakin nyata melalui sketsa kota lama yang akan digelar di hotel Arcadia Heritage Rajawali Surabaya. Datang dan nikmati karya seni sketsa kota lama Surabaya dalam ruang di hotel Arcadia di jalan Rajawali Surabaya.

Budi Irawan sedang menggambar. Foto: par

Budi Irawan memang dikenal sebagai seniman, yang menggunakan literatur dan teknologi untuk melukis ulang kondisi Surabaya masa lampau, memastikan suasana sejarah tersebut tetap hidup dalam ingatan kolektif. (PAR/nng).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *