Budaya
Rajapatni.com: SURABAYA – Koin Nusantara adalah logam mulia berbentuk koin emas murni 24 karat (kadar 99,99%) yang diproduksi oleh PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) secara eksklusif untuk tujuan Treasury.

Koin khusus ini memang berbeda dengan koin kuno atau mata uang kripto. Tetapi koin kuno, yang bernilai mata uang (nilai tukar) itu, menjadi benda numismatik nusantara yang sangat bernilai tinggi sebagai bukti peradaban bangsa Indonesia di masa lampau. Misalnya koin dari masa Syailendra yang berbentuk kepingan emas dari abad ke 4.
Koin koin kuno dan modern ini sama sama bernilai budaya tinggi. Koin modern Indonesia ini didesain khusus dengan tema budaya Indonesia yang juga berfungsi sebagai koleksi. Koin Nusantara modern ini sebagai alternatif simpanan emas fisik bernilai estetika tinggi, serta mendukung pelestarian budaya bangsa Indonesia.
Pemikiran pendokumentasian budaya melalui koin ini juga sudah menjadi inspirasi dan kreasi peradaban Nusantara masa lalu. Koin atau mata uang logam di Nusantara masa lalu bukan hanya sekedar alat tukar (alat ekonomi), tetapi telah lama berfungsi sebagai media pendokumentasian budaya, identitas, dan kreasi artistik peradaban.

Kapanpun waktunya, Koin Nusantara adalah aset budaya bangsa Indonesia, terutama dalam konteks pelestarian warisan budaya melalui sarana koin sebagai alat tukar ataupun treasury.
Pelestarian Budaya melalui Emas (Treasury) di masa kerajaan Syailendra dan kesultanan masa lalu serupa dengan tujuan memproduksi Koin Nusantara, yang dibuat oleh PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) secara eksklusif untuk Treasury. Mereka sama sama terbuat dari logam mulia emas dan bergambar warisan budaya.
Memang selain koin modern, koin kuno yang pernah beredar di wilayah Nusantara, seperti juga koin emas masa kesultanan Islam di Sumatra Barat dan Lombok, juga merupakan warisan sejarah yang bernilai tinggi.


Apapun koin Nusantara pada masa lalu dan sekarang menjadi alat pendokumentasian sepanjang masa. Tidak hanya pada masa lalu dan sekarang tetapi juga untuk masa depan. (PAR/nng).
