Budaya, Aksara
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Ada pertanyaan. Mengapa PBB melalui UNESCO memperingati Hari Aksara berbeda (terpisah) dari Hari Bahasa?

UNESCO membedakan keduanya (Aksara dan Bahasa) karena keduanya memiliki fokus yang berbeda dan sebagai objek yang berbeda. Aksara adalah lambang sarana visual yang merekam bunyi yang berwujud tulis. Sedangkan Bahasa adalah tanda lisan yang berwujud bunyi.

Hari Aksara Internasional diperingati pada 8 September dan Hari Bahasa Ibu Internasional diperingati pada 21 Februari. Hari Aksara berfokus pada kemampuan baca-tulis (melek huruf) sebagai hak dasar manusia. Sedangkan Hari Bahasa berfokus pada pelestarian keragaman bahasa dan identitas budaya.

Menurut Ferdinand de Saussure, bapak linguistik modern dalam buku Course in General Linguistics, bahasa (langue) dan aksara (écriture) adalah dua objek budaya yang berbeda. Bahasa adalah sistem tanda lisan dan mental, yang abstrak serta hidup di dalam pikiran penutur. Sementara aksara adalah sarana visual atau alat bantu untuk merekam bentuk bunyi bahasa tersebut.

Bahasa memiliki dasar keilmuan yang disebut Linguistik. Sementara Aksara memiliki dasar keilmuan yang disebut Paleografi. Linguistik adalah ilmu yang mempelajari bahasa secara umum, termasuk suara, kata, dan makna. Sementara itu, paleografi adalah Ilmu yang mempelajari tentang bentuk, sejarah, dan perkembangan tulisan atau aksara kuno/daerah.
Undang Undang
Dalam Undang Undang RI 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Objek Aksara tidak ada. Sementara Objek Bahasa ada dan Aksara dianggap di dalam Objek Bahasa. Akhirnya wujud pemajuan Objek Aksara relatif kurang tersentuh.
Contoh nyatanya adalah siswa sekolah yang belajar bahasa, apakah belajar aksara? Aksara dan Bahasa adalah dua entitas yang berbeda.
Kongres Kebudayaan Nusantara 2026

Adalah kabar baik ketika mengetahui bahwa Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 menjadikan Aksara dan Bahasa sebagai pokok bahasan yang serumpun. Memang Aksara dan Bahasa adalah objek berbeda tapi saling terkait.
Meski serumpun, tentunya masing masing memiliki bahasan yang berbeda.
Pokok Bahasan Bahasa
• Sistem lisan: Fokus pada bunyi suara manusia.
• Makna kata: Mengkaji arti dan maksud.
• Tata bahasa: Mengatur susunan kalimat.
• Fungsi sosial: Alat interaksi sehari-hari.
Pokok Bahasan Aksara
• Sistem visual: Fokus pada bentuk grafis atau lambang.
• Bentuk huruf: Mengkaji wujud fisik tulisan.
• Kaidah ejaan: Mengatur cara merangkai huruf.
• Media catat: Alat rekam warisan teks.
Dari Kongres Kebudayaan Nusantara itu, Kongres diharapkan bisa membuat rekomendasi yang menyatakan bahwa Aksara dan Bahasa adalah Objek budaya yang berbeda sehingga masing masing punya langkah pemajuan yang jelas dan pasti. (PAR/nng)
