꧌ꦱꦶꦤꦲꦸ꧍ Sinau Aksara Jawa Berkelas Di Rumah Bahasa, Gratis Tanpa HTM. Fasilitas Pemerintah Kota Surabaya Sebagai Wadah Interaksi Dan Pemberdayaan Masyarakat.

Budaya, Aksara Jawa

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – ꧌ꦏꦼꦭꦱ꧀ꦧꦫꦸ꧍ Kelas baru Sinau Aksara Jawa (SAJ) batch 9, yang digelar Puri Aksara Rajapatni di Rumah Bahasa pada Sabtu (13/6/26), berjalan istimewa. Selain bertempat di kelas yang representatif, kelas baru ini diikuti oleh ꧌꧇꧑꧘꧇ꦥꦼꦱꦼꦂꦡ꧍ 18 peserta terdaftar, melebihi jumlah kuota biasanya. Ini menunjukkan antusiasme warga Surabaya yang mau belajar aksara Jawa dari jalur luar sekolah. Para peserta juga mendapat undian ꧌꧇꧖꧇ꦧꦸꦮꦃꦧꦸꦏꦸ꧍ 6 buku gratis, yang diterbitkan Rajapatni, dengan cara diundi secara digital.

꧌ꦫꦸꦮꦔꦤ꧀꧍ Ruangan kelas yang memadai. Foto: nng

Ini adalah ꧌ꦱꦶꦤꦲꦸꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ꧍ Sinau Aksara Jawa (SAJ) batch ke 10 yang rencananya akan berjalan dengan dua kali pertemuan. Pertama pada 13/6/26 dan kedua 4/7/26. Dua kali pertemuan ini dikarenakan padatnya penggunaan kelas di Rumah Bahasa di komplek ꧌ꦧꦭꦻꦧꦲꦱ꧍ Balai Pemuda Surabaya. Ini juga sekaligus menunjukkan peran aktif Rumah Bahasa yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Diapusip) ꧌ꦏꦺꦴꦠꦯꦹꦫꦨꦪ꧍ Kota Surabaya. Kelas di Rumah Bahasa ini selain untuk kelas Sinau aksara Jawa, juga untuk kelas kelas ꧌ꦧꦲꦱꦄꦱꦶꦁ꧍ bahasa asing.

꧌ꦅꦠꦯꦹꦫꦗꦪ꧍ Ita Surojoyo sedang mengajar Aksara Jawa. Foto: nng

Ruang kelas di Rumah Bahasa terasa lebih representatif karena ketersediaan sarana ꧌ꦧꦼꦭꦗꦂꦩꦼꦔꦗꦂ꧍  belajar mengajar yang memadai. Ada papan tulis, meja kursi dan ruang belajar yang ber AC. ꧌ꦏꦺꦴꦤ꧀ꦝꦶꦱꦶ꧍ Kondisi ini sangat sesuai untuk proses belajar. Para peserta belajar pun merasa nyaman.

 

Kelas Gratis, Tanpa HTM

 

꧌ꦥ꦳ꦱꦶꦭꦶꦠꦱ꧀꧍ Fasilitas kelas gratis tanpa HTM. Foto: nng

꧌ꦱꦼꦩꦸꦮꦥꦼꦭꦠꦶꦲꦤ꧀꧍ Semua pelatihan bahasa di sini tidak dipungut biaya dan tidak ada HTM serta didukung oleh relawan yang kompeten. Untuk mendaftar dan ꧌ꦩꦼꦭꦶꦲꦠ꧀꧍ melihat jadwal kelas terdekat, peserta bisa mengunjungi laman resmi Rumah Bahasa Surabaya atau ꧌ꦩꦼꦩꦤ꧀ꦠꦻꦴ꧍ memantau akun Instagram resmi: @rumahbahasa.dispusipsby.

“Enak ya belajar di Rumah Bahasa, tidak perlu ada HTM, dulu ꧌ꦥꦼꦂꦟꦃ꧍ pernah ikut Belajar Aksara Jawa di Museum Pendidikan Surabaya masih dikenakan HTM meskipun punya ꧌ꦏꦂꦡꦸ꧍ kartu mahasiswa. Menariknya, belajarnya gratis”, kata salah satu peserta kelas ꧌ꦱꦶꦤꦲꦸꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ꧍ Sinau Aksara Jawa.

Dengan fasilitas yang diberikan oleh ꧌ꦫꦸꦩꦃꦧꦲꦱ꧍ Rumah Bahasa, terlihat bahwa Rumah Bahasa terlihat aktif (proaktif) mau membangun interaksi dengan masyarakat. ꧌ꦮꦂꦓ꧍ Warga pun dapat saling terhubung, belajar bersama secara tatap muka, dan meningkatkan keterampilan secara langsung. Fasilitasi dari ꧌ꦥꦼꦩꦼꦫꦶꦤ꧀ꦠꦃ꧍ Pemerintah Kota Surabaya ini memang dirancang khusus sebagai ꧌ꦮꦝꦃ꧍ wadah interaksi dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam dua kali pertemuan, ꧌ꦏꦼꦭꦱ꧀꧍ Kelas Sinau Aksara Jawa ini, tutor memang harus merancang kembali materi belajar dari yang biasanya lima kali ꧌ꦥꦼꦂꦡꦼꦩꦸꦮꦤ꧀꧍ pertemuan di Museum Pendidikan Surabaya menjadi dua kali pertemuan di Rumah Bahasa.

Kelas ꧌ꦱꦶꦤꦲꦸꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ꧍ Sinau Aksara Jawa di Rumah Bahasa ini diadakan pada hari Sabtu sore pukul 16.00 hingga 17.30 dengan jadwal yang tentatif dan kegiatan belajar bisa ꧌ꦝꦶꦕꦺꦏ꧀꧍ dicek melalui laman resmi Rumah Bahasa Surabaya atau memantau akun Instagram resmi: @rumahbahasa.dispusipsby.

 

Materi  Ajar

꧌ꦩꦠꦺꦫꦶ꧍ Materi belajar dirancang praktis dan aplikatif sehingga pembelajar bisa langsung praktek menulis. Bahan ajar pun dibuat ꧌ꦩꦼꦤꦫꦶꦏ꧀꧍ menarik dengan kertas print berwarna yang eye catching.

Materi ajar berwarna..Foto: IS

“Jika pelajaran dalam bahasa Inggris ꧌ꦩꦼꦔ꧀ꦒꦸꦤꦏꦤ꧀꧍ menggunakan bahan ajar dengan kertas berwarna, kenapa bahan ajar Sinau Aksara Jawa tidak berwarna. Kami sudah mendesain bahan ajar juga harus menarik dan tidak kalah dari bahan ajar pelatihan bahasa Asing. Karenanya, kami dari ꧌ꦥꦸꦫꦷꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ꧍ Puri Aksara Rajapatni membuat bahan ajar yang menyenangkan buat para pembelajar”, ujar Ita Surojoyo dari Puri Aksara Rajaptni yang mendesain bahan ajar.

꧌ꦅꦠꦯꦹꦫꦗꦪ꧍ Ita Surojoyo sendiri adalah pengajar bahasa Inggris di salah satu lembaga pelatihan bahasa Inggris bagi siswa siswi yang akan belajar di sekolah dan perguruan tinggi ꧌ꦭꦸꦮꦂꦤꦼꦒꦼꦫꦶ꧍ luar negeri.

꧌ꦝꦫꦶ꧍ Dari pengamatan Ita dari perilaku pembelajar baik di lembaga pelatihan bahasa di mana ia ꧌ꦩꦼꦔꦗꦂ꧍ mengajar dan di kelas Sinau Aksara Jawa (SAJ) yang dikelolanya, dengan sarana pembelajaran yang menarik, ꧌ꦩꦼꦫꦺꦏ꧍ mereka bisa lebih interaktif dengan bahan ajar (membangkitkan semangat belajar).

“Untung kami dapat ꧌ꦝꦸꦏꦸꦔꦤ꧀꧍ dukungan dari pemerhati dari Kedutaan India untuk Indonesia di Jakarta dan keluarga dari Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya untuk ꧌ꦏꦼꦒꦶꦪꦠꦤ꧀꧍ kegiatan kegiatan praktis pembelajaran”, jelas Ita.

꧌ꦥꦼꦂꦟꦃ꧍ Pernah pada suatu hari, sebelum Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty ꧌ꦧꦼꦂꦡꦼꦩꦸ꧍ bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Duta Besar India menyempatkan bertemu Tim Puri Aksara Rajapatni di JW Marriott Hotel di jalan Embong Malang Surabaya. Ini adalah wujud perhatian ꧌ꦝꦸꦠꦧꦼꦱꦂ꧍ Duta Besar India terhadap pemajuan aksara Jawa dan budaya ꧌ꦤꦸꦱꦤ꧀ꦠꦫ꧍ Nusantara.

꧌ꦏꦉꦤꦚ꧍ Karenanya sebagai warga Surabaya dan lembaga budaya yang memiliki potensi dasar Aksara dan budaya yang ꧌ꦭꦸꦲꦸꦂ꧍ luhur harus lebih terpacu dalam perlindungan dan pemajuannya sesuai amanat Undang Undang 5/2017 tentang ꧌ꦥꦼꦩꦗꦸꦮꦤ꧀ꦏꦼꦧꦸꦢꦪꦄꦤ꧀꧍ Pemajuan Kebudayaan.

 

Pembagian Buku

 

꧌ꦥꦼꦩ꧀ꦧꦒꦶꦪꦤ꧀꧍ Pembagian buku buku hasil terbitan Puri Aksara Rajapatni. Foto: nng

Ada yang ꧌ꦅꦱ꧀ꦠꦶꦩꦺꦮ꧍ istimewa dalam kelas Sinau Aksara Jawa Batch 9 ini, yaitu pembagian buku buku hasil penerbitan Puri Aksara Rajapatni. Ada dua judul buku. Yaitu buku “Bung Bebek en Dewi Melati” hasil ꧌ꦏꦺꦴꦭꦧꦺꦴꦫꦱꦶ꧍ kolaborasi Puri Aksara Rajapatni dengan Yayasan (Stichting) Anak Mas Belanda dan “Jejak ꧌ꦥꦼꦂꦙꦸꦮꦔꦤ꧀꧍ Perjuangan Bung Tomo di Mawar 10 -12 Surabaya”.

꧌ꦧꦸꦏꦸ꧍ Buku “Bung Bebek en Dewi Melati” ini ditulis dalam dua aksara: Aksara Jawa dan Latin dengan dua bahasa Indonesia dan Belanda. ꧌ꦩꦼꦔꦶꦔꦠ꧀꧍ Mengingat buku buku yang dibagikan berjumlah enam, ꧌ꦱꦼꦩꦼꦤ꧀ꦠꦫ꧍ sementara peserta yang hadir lebih dari 10, maka cara pembagiannya diundi dengan menggunakan undian digital, spinning.

Pembagian buku ꧌ꦧꦼꦂꦝꦱꦂꦑꦤ꧀꧍ berdasarkan hasil undian . Foto: nng

Buku buku ini menjadi contoh dan ending nyata dari penggunaan ꧌ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ꧍ Aksara Jawa dalam buku buku kekinian. Di era kolonial Belanda, aksara Jawa diakui sebagai aksara tulis resmi dalam berbagai produk ꧌ꦥꦼꦤꦼꦂꦨꦶꦠꦤ꧀꧍ penerbitan dan percetakan mulai dari iklan koran, flyers, signage, lembar lembar pengumuman dan publikasi hingga buku buku.

꧌ꦥꦼꦚꦼꦫꦲꦤ꧀꧍ Penyerahan Buku Bung Bebek An Dewi Melati..Foto: nng

“Sekarang kita gunakan lagi dalam penerbitan buku. Kita sudah merdeka dan harusnya ꧌ꦧꦶꦱ꧍ bisa bergerak bebas dan kreatif dalam pemajuan budaya”, jelas Ita Surojoyo.

Kelas SAJ Batch 10  ini akan ꧌ꦧꦼꦂꦡꦼꦩꦸ꧍ bertemu lagi pada 4 Juli 2026 mendatang.

“Bisa untuk ꧌꧇꧔꧇ ꦗꦸꦭꦶ꧍ 4 Juli bulan depan, karena di kelas ini belum ada jadwal” jelas Yuki staf Rumah Bahasa ketika dikonfirmasi. (PAR/nng).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *