Surabayan Bukanlah Śūrabhaya.

Sejarah

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Nama kampung Surabayan dan jalan Surabayan di kawasan Tegalsari Surabaya sebelumnya saya duga sebagai toponimi Śūrabhaya, deça kuno di tepian Kalimas (anak Kali Surabaya dan Brantas). Apalagi di kawasan sana, tepatnya di jalan Cempaka, terdapat punden Yudha / Kudha Kardono, yang dipercaya ada kaitannya dengan punggawa Majapahit.

Dari hasil penelusuran dan hipotesis, nama Surabayan ini ada kaitannya dengan kediaman Resmi Bupati Surabaya sebagai pindahan dari Kebon Rojo, yang selanjutnya digunakan sebagai sekolahan Hogere Burger School (HBS), dimana presiden Soekarno pernah bersekolah dari tahun 1916-1921. Selanjutnya rumah Bupati itu digunakan Kantor Polisi dan tahun 1928 dibongkar untuk bangunan baru Kantor Pos Besar Surabaya.

Ketika Rumah Bupati di Kebon Rojo digunakan sebagai sekolahan, Bupati Surabaya pindah dan menempati kediaman baru di Pregolan, Tegalsari. Kediaman baru ini dibangun pada 1924. Kawasan Kediaman Bupati itu lantas dikenal dengan nama Kabupaten Surabaya. Nama itu disingkat nya “Surabayan” atau Kantoran Surabayan.

Nama kampung Surabayan di Tegal Sari tidak tertulis. Foto: ist

Pada masa kolonial, kawasan Kabupaten atau kantoran Surabayan dan sekitarnya masih bernama khas Belanda. Misalnya Juliana Boulevard dan Embong Juliana.

Rumah kediaman Bupati Surabaya di era kolonial..Foto: ist

Penggunaan kata “Surabayan” ini diduga untuk mengenang kawasan itu dimana pernah menjadi tempat tinggal atau kediaman Bupati Surabaya. Akhirnya nama nama Surabayan ini menandai kampung kampung di sekitarnya mulai dari Surabayan I, II, III dan IV.

Jalan Surabayan IV setelah 1950. Foto: google
Embong Juliana, di era Kolonial (1923), Sekarang jalan Surabayan IV.  Foto: oldmapsonline.

Pada tahun 1950 di bawah pemerintahan Walikota Doel Arnowo memang ada perubahan nama nama menyeluruh di kota Surabaya yang berbau asing (Belanda) menjadi yang bersifat lokal. Termasuk Juliana Boulevard yang sejak tahun 1950 diganti menjadi Jalan Cendana (sekarang jalan Kombespol M Duryat). Nama Embong Juliana diganti jalan Surabayan IV.

Fakta sejarah ini menggugurkan dugaan saya sebelumnya bahwa Surabayan adalah toponimi Śūrabhaya. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *