Jasa Penambangan di Era Majapahit Adalah Konektivitas Pendukung Pembangunan Manusia dan Negara

Budaya, sejarah

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Prasasti Canggu menggambarkan konteks jasa penyeberangan sungai (penambangan) dan pentingnya perahu tambang atau tambangan bagi negeri Majapahit, yang agraris dan maritim.

Jasa Tambangan sudah ada sejak era Majapahit. Foto: wiki

Di balik jasa penambangan ini ada nama Panji Marggabhaya, seorang petugas penyeberangan. Perahu tambang adalah perahu penyeberangan sebagai alat transportasi dua daerah, yang dipisahkan oleh sungai. Pada masa Majapahit, fungsi perahu tambang sangat vital karena menghubungkan wilayah yang terpisahkan oleh sungai.

Prasasti Canggu ini dikeluarkan oleh Prabu Hayam Wuruk pada 7 Juli 1358 M. Dalam Prasasti Canggu disebutkan hak-hak istimewa, yang diberikan kepada para penjaga tempat penyeberangan sungai berada. Salah satunya adalah di naditira pradesa Śūrabhaya.

Potongan prasasti Canggu..Foto: musnas

Seperti tertera di dalam kutipan prasasti Canggu, diantaranya berbunyi:

makādi mahādwija. i pingsornyājñā pāduka çri mahārāja. kumonakěn ikanang anambangi sayawadwipamandala. makādi pañji marggabhaya. makasikasir ajaran rata. sthatita. munggwi canggu pagawayakna sang hyang ājñāhaji praçasti. rājasanagaralañcana. munggwe salah sikining tāmra. riptopala. kapangkwa denikang anāmbingi sayawadwipamandala”.

 

Terjemahan:

Adapun isi pertulisan perintah Raja itu, setelah diturunkan kepada para pegawai rendah, ialah supaya segala orang disegenap mandala Pulau Jawa diseberangkan, terutama sekali oleh Panji Marggabhaya yang bertempat tinggal di Canggu yang harus melaksanakan pertulisan sebagai perintah Raja yang menjadi piagam perunggu bertanda lencana Rajasanegara dan digariskan atas piagam perunggu atau di atas piagam.

Jasa penambangan ini dianggap sangat penting oleh Raja Majapahit karena menjadi konektivitas masyarakat dalam berbagai urusan dan tujuan yang meliputi perdagangan, perekonomian, keagamaan, kebudayaan, dan sosial lainnya.

Pemenuhan berbagai urusan ini adalah wujud perjuangan para penambang di masing masing Naditira Pradesa, termasuk di desa Śūrabhaya.

Jasa penyeberangan perahu (tambang) merupakan fondasi konektivitas penting pada era Majapahit, menghubungkan jalur darat yang terputus oleh sungai besar. Perahu ini beroperasi menggunakan tali tambang sebagai pemandu, memfasilitasi mobilitas logistik dan perdagangan yang menopang pembangunan kerajaan serta wilayah Nusantara.

Hingga sekarang pun dalam proses pembangunan Surabaya, setiap warga didorong untuk proaktif dan partisipatif sesuai kemampuannya di bidangnya masing masing untuk berjuang menjadi pahlawan pahlawan seperti pahlawan ekonomi, pendidikan, olahraga dan pahlawan keluarga.

Di era sekarang, istilah pahlawan sudah digunakan untuk menyebut siapa saja yang berjuang, berkorban, dan memberikan dampak positif yang besar bagi lingkungan sekitarnya. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *