Paham Aksara, Baik Berbahasa

Budaya, Aksara

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Pemahaman aksara dan landasan bunyi bahasa merupakan dasar penting dalam mewujudkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar, karena aksara dan bunyi bahasa mencakup kejelasan fonem, ketepatan lambang huruf, serta kesesuaian konteks komunikasi.

Jangankan aksara daerah (Jawa), dalam aksara Latin pun, jika seseorang tidak memahami aksara dengan baik maka bisa salah diksi /salah ucap yang dampaknya berbeda arti.

Contohnya pada diksi sebagai berikut:

Tahu vs Tahu: 

Kata “tahu” bisa berarti makanan dari kedelai atau mengetahui sesuatu.

 

Serang vs Serang: 

Kata “Serang” bisa berarti kota di Banten atau tindakan menyerang musuh.

 

Mental vs Mental: 

Kata “mental” dengan penekanan berbeda bisa berarti keadaan jiwa atau terpental (mental dari permukaan).

 

Kecap vs Kecap:

Kata “kecap” bisa berarti bumbu masakan hitam manis atau gerak bibir saat mengecap sesuatu.

Dalam aksara Latin seperti contoh di atas, umumnya tidak menggunakan diakritik untuk membedakan ucapan. Jadi tidak tahu itu suara /ê/ atau suara /è/. Sementara dalam aksara Jawa, keberadaan Sandhangan dengan sangat jelas membedakan suara E Pepet /ê/ atau E Taling /è/ seperti pada kata /sêpèda/ ꧋ꦱꦼ ꦥꦺ ꦣ꧉

Belajar Aksara Jawa. Foto: ist

Maka dalam hal ini aksara Jawa lebih bisa menuntun pengucapan (pronunciation) yang benar karena penulisan aksaranya sudah tampak berbeda antara suara E Pepet /ê/ atau E Taling /è/.

 

Konsep Dasar Bunyi dan Aksara Bunyi

Bahasa (Fonem):

Satuan suara terkecil yang dihasilkan alat ucap manusia untuk membedakan makna kata.

 

Aksara (Grafem): 

Wujud visual atau lambang huruf yang menyimbolkan bunyi bahasa secara sempurna dalam bentuk tulisan.

 

Keterkaitan:

Hubungan antara bunyi (lisan) dan aksara (tulisan) menuntut keselarasan agar pesan tertulis maupun lisan mudah dipahami pembaca atau pendengar. Kriteria Berbahasa yang Baik dan Benar

 

Bahasa yang Baik:

Pemakaian ragam bahasa yang selaras dengan nilai sosial, situasi, tempat, waktu, serta lawan bicara.

 

Bahasa yang Benar:

Penggunaan bahasa yang taat asas mengikuti kaidah tata bahasa baku dan ejaan resmi.

 

Paham aksara dan baik berbahasa

Paham aksara dan baik berbahasa berarti menguasai sistem tulisan (seperti aksara tradisional atau huruf latin) serta terampil menggunakan bahasa lisan dan tulisan dengan benar dan santun. Hal ini membantu kita merawat budaya dan berbicara secara jelas.

 

Arti Paham Aksara

Mengenal huruf: 

Tahu cara baca dan tulis bentuk aksara daerah atau nasional.

 

Menjaga warisan: 

Merawat bentuk tulisan lama agar tidak punah.

 

Arti Baik Berbahasa

Sopan dan tepat:

Pakai kata yang sesuai dengan lawan bicara dan tempat.Jelas artinya: Pesan mudah dimengerti orang lain.

Maka sesungguhnya Aksara merupakan pondasi berbahasa yang baik dan benar. Aksara sekigus menjadi sistem lambang bunyi atau huruf yang menjadi dasar penting dalam komunikasi tertulis, pembentukan kata, serta pelestarian sejarah dan budaya suatu bahasa. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *