Budaya
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA –
ꦯꦹꦫꦨꦪ
ꦏꦼꦏꦂꦧꦼꦫꦺꦴꦠꦺꦴꦠ꧀ꦏꦮꦠ꧀ꦧꦼꦂꦠꦸꦭꦁꦧꦼꦱꦶ꧈
ꦩꦼꦚ꧀ꦗꦸꦭꦁꦠꦶꦁꦒꦶꦩꦼꦁꦒꦥꦻꦭꦔꦶꦠ꧀꧈
꧋ꦧꦼꦫꦺꦴꦠꦏ꧀ꦩꦼꦱꦶꦤ꧀ꦧꦼꦂꦲꦶꦪꦱ꧀ꦏꦤ꧀ꦄꦂꦠꦶꦥ꦳ꦶꦕꦶꦪꦭ꧀ꦆꦤ꧀ꦠꦺꦭ꧀ꦭꦶꦒꦺꦤ꧀꧉
ꦆꦠꦸꦭꦃꦯꦹꦫꦨꦪꦣꦶꦌꦫꦩꦺꦴꦣꦺꦂꦤꦶꦱꦱꦶ꧉
꧋ꦣꦸꦭꦸ꧈ꦧꦼꦂꦩꦸꦭꦣꦫꦶꦣꦺꦱꦣꦶꦥꦶꦁꦒꦶꦫꦤ꧀ꦏꦭꦶ꧈
ꦣꦼꦔꦤ꧀ꦮꦂꦒꦚ꧈ꦪꦁꦧꦻꦏ꧀ꦲꦠꦶ꧈
ꦱꦶꦪꦥ꧀ꦩꦼꦭꦪꦤꦶꦠꦤ꧀ꦥꦥꦩꦿꦶꦃ꧉
꧋ꦲꦶꦁꦒꦣꦶꦏꦼꦤꦁꦎꦭꦺꦃꦱꦁꦥꦿꦨꦸꦩꦼꦭꦭꦸꦮꦶꦥꦿꦱꦱ꧀ꦠꦶ꧉
ꦥꦣꦭꦺꦩ꧀ꦥꦺꦁꦥꦿꦱꦱ꧀ꦠꦶꦆꦠꦸꦭꦃ꧈
ꦗꦠꦶꦣꦶꦫꦶꦯꦹꦫꦨꦲꦪꦠꦼꦭꦃꦠꦼꦂꦥꦠꦿꦶ꧉
ꦄꦣꦫꦱꦏꦸꦮꦠ꧀ꦱꦼꦧꦒꦻꦗꦠꦶꦣꦶꦫꦶ
꧋ꦣꦼꦔꦤ꧀ꦱꦼꦩꦔꦠ꧀ꦧꦼꦫꦤꦶꦲꦣꦥꦶ
ꦧꦲꦪꦲꦶꦁꦒꦫꦺꦭꦩꦠꦶ꧉
Kekar berotot kawat bertulang besi, Menjulang tinggi menggapai langit. Berotak mesin berhiaskan AI. Itulah Surabaya di era modernisasi.
Dulu, bermula dari desa di pinggiran kali, Dengan warganya, yang baik hati, Siap melayani tanpa pamrih. Hingga dikenang oleh Sang Prabu melalui prasasti.
Pada lempeng prasasti itulah, Jati diri Śūrabhaya telah terpatri. Ada rasa kuat sebagai jati diri. Dengan semangat berani hadapi bahaya hingga rela mati.
Makna Puisi

Ilustrasi Surabaya kota metropolitan, yang memadukan kekuatan infrastruktur otot kawat tulang besi dengan teknologi canggih masa kini
Itu gambaran asal-usul Surabaya, yang erat kaitannya dengan Prasasti, yang dikeluarkan oleh Raja Hayam Wuruk Majapahit. Namanya Prasasti Canggu pada 7 Juli 1358 Masehi.
Surabaya berasal dari kata Śūra (berani) dan Bhaya (bahaya). Secara historis, identitas “berani menghadapi bahaya hingga berani mati” ini diabadikan dalam Prasasti Canggu. (PAR/nng)
