Ada Kuasa Tuhan di Tuban.

Budaya, sekarah

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Kabupaten Tuban terletak di kawasan pesisir Utara pulau Jawa. Alamnya dikenal sebagai daerah dengan kawasan karst (batu kapur) yang sangat luas. Secara alami bebatuan ini memiliki pori pori mulai dari yang berongga kecil hingga yang berukuran besar sehingga membentuk rongga rongga goa. Bahkan kawasan ini dijuluki sebagai salah satu daerah “seribu gua”.

Ada beberapa destinasi goa yang cukup terkenal di Tuban, yang layak menjadi tujuan wisata. Diantaranya adalah Goa Akbar, Goa Ngerong, Goa Suci, Goa Nglirip dan Goa dengan masjid yang dikenal dengan Perut Bumi.

Goa Akbar terletak persis di tengah kota, tepatnya di Kecamatan Semanding. Goa ini terkenal dengan batuan stalaktit dan stalagmit aktif yang menakjubkan dari proses pelarutan batu kapur alami selama ribuan tahun.

Goa ngerong di Tuban . Foto: ist

Goa Ngerong, berlokasi di Rengel. Karakteristik. Gua karst ini sangat khas dengan mata air bawah tanah yang jernih dan dihuni oleh ribuan ikan serta kelelawar.

Ada juga Goa Suci yang terletak di Desa Wanglu Kulon, Kecamatan Senori. Goa batuan karst ini merupakan situs arkeologi bekas penambangan batu putih, yang menampilkan pilar-pilar besar dan ruang-ruang eksotis.

Goa Nglirip berlokasi di kawasan cagar alam Kecamatan Montong. Terkenal sebagai ekosistem karst alami yang dikelilingi vegetasi lebat dan berdekatan dengan air terjun.

Gua-gua tersebut terbentuk secara alami oleh pelarutan air pada struktur batu kapur atau karst.

Satu lagi gua yang menjadi perpaduan antara alam dan buatan manusia. Yaitu goa yang dimanfaatkan sebagai masjid. Yaitu Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi. Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi merupakan tempat ibadah dalam gua. Karena unik, masjid ini menjadi destinasi wisata religi.

Interior goa Perut Bumi. Foto:ist

Sebelum dimanfaatkan menjadi masjid, gua ini dulunya berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah oleh masyarakat sekitar. Melihat kondisi gua yang terbengkalai, maka muncullah ide untuk memanfaatkannya. Yaitu untuk tempat ibadah, masjid.

Pembangunan masjid ini diprakarsai KH Subhan. Ia merupakan pemimpin pondok pesantren Aschabul Kahfi yang berada tak jauh dari gua.

Gua tersebut dimanfaatkan sedemikian rupa sehingga dapat menjadi masjid sekaligus pondok pesantren dengan konsep yang unik.

Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi berada di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Dari kota Tuban, tinggal jalan terus menuju arah Babat. Sampai di pertigaan, ada penanda jalan yang menunjukkan arah masjid tersebut.

Dari kota Tuban goa masjid ini berjarak sekitar 7,5 km di sebelah timur kota Tuban. Yang menarik dari masjid ini adalah letaknya yang berada di dalam gua. Sehingga menghadirkan arsitektur yang unik. Menggabungkan arsitektur ala ‘1001 Arabian Night’ dan sentuhan adat Jawa.

Pencahayaan yang redup di gua ini dan ditambah lampu-lampu hias, membuat tampilan masjid semakin cantik. Di bagian depan ada gapura dengan ukiran huruf Arab dan Jawa kuno. Sementara kubahnya dibuat dengan goresan lukisan ayat Al-Qur’an.

Meski begitu secara alami goa ini juga masih menyimpan Stalaktit yang berada di langit-langit gua berpadu dengan stalakmit dan pilar-pilar megah di dinding gua. Semua itu secara alami menghiasi masjid.

Secara umum, keberadaannya yang unik dan menarik Tuban dengan seribu goanya layak menjadi agenda kunjungan wisata alam dan religi. Melalui goa goa itu akan ditemukan kebesaran Tuhan yang hakiki.

Julukan Tuban sebagai “Kota Seribu Goa” memang menjadikannya destinasi yang sangat sempurna untuk wisata alam sekaligus spiritual. Menyusuri lorong-lorong gua bersejarah dan dihiasi stalaktit stalakmit eksotis benar-benar menawarkan pengalaman spiritual yang mendalam serta refleksi akan kebesaran Sang Pencipta. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *