Negara Kota Singapura Yang Modern Bangga Beraksara Tradisional.

Budaya

Rajapatni.com: SURABAYA – Singapore adalah negara kota. Sebagai negara kota, seluruh wilayahnya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, kota, dan sekaligus negara yang berdaulat. Sebagai negara kota berdaulat, yang terletak di Asia Tenggara, terdiri dari satu pulau utama dan lebih dari 60 pulau kecil.

Masyarakatnya didominasi oleh etnis Tionghoa (sekitar 74-77%), diikuti oleh etnis Melayu (sekitar 13-14%) sebagai penduduk asli, serta India (sekitar 7-9%). Karuan saja aksara tradisional, yang digunakan sebagai signage publik adalah aksara Hanzi Tionghoa, yang sederhana (Simplified)

Nama nama jalan secara formal menggunakan aksara Hanzi Simplified. Penulisan sebagai signage itu menarik perhatian Ita Surojoyo yang dalam travelingnya singgah overnight di Singapore.

Nama nama jalan beraksara tradisional Hanzi. Foto: IS

Moment semalam di Singapore ini dimanfaatkannya untuk mengintip jalanan negara maju, yang masih menjunjung aksara tradisional berdasarkan etnis warganya. Selain aksara Hanzi, di beberapa tempat juga digunakan aksara tradisional lainnya sebagai cerminan masyarakatnya.

Aksara Hanzi Simplified. Foto: IS

Aksara Jawi (Melayu), yaitu aksara Arab yang berbahasa Melayu juga ambil bagian di beberapa tempat tertentu. Keberadaannya tidak semasif Hanzi Tionghoa. Selain itu juga aksara Rumi (Latin) sebagai alat efisiensi.

Sebagai negara maju, Singapura tidak meninggalkan ciri khas masyarakatnya. Yang dianggap bisa mewakili warna etnis adalah aksara (literasinya). Sebagai negara maju yang sangat modern, Singapura mengadopsi pendekatan unik, yang menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan pelestarian identitas budaya melalui kebijakan dwibahasa (bilingual policy) dan literasi aksara etnis.

Di Bandara internasional Changi pun beraksara tradisional. Foto: ist

Tentu membanggakan dan ciri ini memberikan informasi kepada para pendatang akan keberadaan etnis di negara kota ini. Keragaman etnis, yang menonjol dan terorganisir dengan baik di Singapura, adalah salah satu kebanggaan nasional serta identitas kultural yang kuat.

Bagaimana dengan Indonesia? (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *