Budaya
Rajapatni.com: SURABAYA – Upaya dalam membangun hubungan people to people (P2P) oleh warga Belanda di Zoeterwoude, Provinsi Holland Selatan terus berjalan. Yang bersangkutan memang memiliki koneksi sosial dengan Indonesia melalui yayasan sosial Stichting Anak Mas.
Koneksi kelembagaan masyarakat antara Stichting Anak Mas dengan Puri Aksara Rajapatni juga terus berjalan demi mendukung koneksi yang lebih besar antar Government to Government (G2G) Indonesia – Belanda.
Setelah penerbitan buku bersama dengan judul “Bung Bebek en Dewi Melati” pada 2025, kini mengaktualisasikan dan mengimplementasikan target dari Revitalisasi Makam Eropa Peneleh sebagai Living Library. Yaitu membangun jembatan koneksi warga Belanda dengan Surabaya.
Adapun objek kuburan, yang menjadi konsentrasi Stichting Anak Mas adalah, makam keluarga Donkersloot dengan nomor registrasi B661 dan makam Peletak Dasar Linguistik Nusantara, Herman Van der Tuuk. Perhatiannya terhadap makam Van der Tuuk karena ada keterikatan budaya khususnya literasi bahasa dimana Michiel Eduard Donkersloot adalah artis penyanyi dan pencipta lagu, termasuk produser penyanyi Belanda asal Surabaya, Wieteke van Dort.
Selain mengurusi makam keluarga Donkersloot di Surabaya, Michiel juga sedang mengurusi makam leluhur nya di Ereveld Leuwigajah di Cimahi, Bandung. Yaitu leluhurnya, yang bernama Catherina Helena Donkersloot Van Vloten, yang diduga di makam dengan nomor registrasi yang berlokasi di Vak II/327 and Vak II/429 di Ereveld Leuwigajah.

Di lokasi kuburan ini diduga tempat dimana leluhurnya dikuburkan setelah dipindahkan dari Lawe Sigala Gala, Aceh.
Untuk mencocokkan kebenaran adanya hubungan keluarga (sedarah), pihak yang menangani / mengelola Ereveld Leuwigajah, OGS Indonesia, akan melakukan tes DNA. Tapi masih terkendala mengenai prosedur.

Karenanya Michiel Eduard Donkersloot melayangkan surat kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, tertanggal 2 Mei 2026. Michiel berharap akan ada prosedur praktis agar tes DNA bisa segera dilakukan demi kejelasan dalam merawat makam leluhurnya di Indonesia. Hal yang sama juga Ia lakukan dengan makam leluhurnya di Pemakaman Eropa Peneleh Surabaya, yang mana Michiel telah bersurat kepada Walikota Surabaya Eri Cahyadi.
Perlu diketahui bahwa Revitalisasi makam Peneleh Surabaya pada 2024 dengan proyek “Peneleh as a Living Library” dengan dana dari pemerintah Kerajaan Belanda, memiliki tujuan membuka peluang hubungan masyarakat Belanda (ahli warisnya) dengan Surabaya.
Surat yang ditujukan ke Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, itu telah didisposisikan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya untuk meneruskan permohonan pihak keluarga ahli waris, yang diwakili Michiel Eduard Donkersloot.
Michiel Eduard Donkersloot adalah warga Belanda keturunan Indonesia (Indo/blasteran), yang memiliki kaitan sosial dengan beberapa lembaga sosial di Indonesia.
Saat ini Michiel sedang menunggu progres dari OGS (Oorlogsgravenstichting) Indonesia mengenai rencana tes DNA. (PAR/nng).
