Literasi, Budaya, Aksara
Rajapatni.com: SURABAYA – “Act Locally, Think Globally” adalah sebuah prinsip yang mendorong individu dan organisasi untuk mempertimbangkan dampak global yang lebih luas dari tindakan mereka, yang berkelanjutan dalam bidang budaya, lingkungan, keadilan sosial, atau strategi bisnis, sambil menerapkan solusi konkret dan efektif dalam komunitas lokal mereka sendiri.
Dari jejak Kota Lama Surabaya, Komunitas Aksara Jawa Surabaya, Puri Aksara Rajapatni, menginisiasi tindakan lokal, yang diharapkan berdampak secara global, yang setidaknya dapat dimulai dengan aksi positif, inspiratif dan edukatif bersama stakeholder secara pentahelix. Rajapatni berkolaborasi dengan perwakilan negara sahabat (asing) yang berkantor di Surabaya.
Kolaborasi ini dalam upaya bersama memperingati International Heritage Day 2026 melalui penerbitan buku “Sketsa Kota Lama Surabaya” yang ditulis dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Belanda) serta dua aksara (Jawa dan Latin).
Langkah kecil dan lokal ini menjadi langkah besar dalam membawa Surabaya ke tingkat global melalui karya seni dan literasi. Yaitu sketsa yang bernarasi.

Proyek penulisan buku ini secara global didukung oleh Netwerk Internationale Neerlandistiek in Asie (NINA), Erasmus Training Centre (ETC), International Council of Museum, Committee for Education and Cultural Action (ICOM CECA) melalui kantor perwakilan di Indonesia, Musee ID serta stakeholder di Surabaya, yang meliputi Pemerintah Kota Surabaya, DPRD Kota Surabaya, Bank Indonesia, Universitas 17 Agustus Surabaya, Wismilak, PT. Menara Property Development dan Hotel Arcadia Heritage Rajawali Surabaya.
Peringatan dalam kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam upaya pelestarian warisan budaya (heritage), yang berkelanjutan sesuai dengan konsep Sustainable Development Goals (SDG’s). Mengingat Kota Surabaya sendiri merupakan Kota Global, inklusif dan Kolaboratif.
Menurut rencana peringatan Hari Warisan Budaya Sedunia 2026 itu akan berlangsung gedung De Javasche Bank (Museum Bank Indonesia) di kawasan Kota Lama Surabaya pada 25 April 2026. (PAR/nng)
