Budaya
Rajapatni.com: SURABAyA – Pada momen pengukuhan Dewan Kebudayaan Surabaya Jumat (15/5/26), Walikota Surabaya Eri Cahyadi berpesan kepada Dewan Kebudayaan Surabaya agar menjaga dan menguatkan nilai karakter Surabaya: Berani dan Gotong Royong.
Ini penting karena keduanya adalah fondasi identitas Arek Suroboyo. Karakter ini menjadi modal sosial yang kuat untuk menyelesaikan berbagai tantangan kota, menjaga kerukunan dalam keberagaman, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan.
Saatnya pembangunan Surabaya berbasis pada kebudayaan. Pembangunan Surabaya, yang berbasis kebudayaan ini, sangat penting karena berfungsi sebagai “roh” dan kompas moral kota. Ini menjamin kemajuan pesat infrastruktur dan ekonomi selaras dengan identitas lokal, menjaga karakter sosial yang guyub, serta mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.

Disadari bahwa arus globalisasi cepat atau lambat dapat menggerus nilai-nilai lokal/jati diri. Kebudayaan menjadi pondasi agar pembangunan fisik tidak membuat Surabaya kehilangan roh dan jati dirinya.
Pembangunan Surabaya harus berjalan dan identitas lokal harus bisa bertahan. Ini keseimbangan pembangunan. Dengan pembangunan yang berpusat pada manusia dan budayanya, maka akan menghasilkan tatanan kota yang beradab, demokratis, dan menjunjung tinggi toleransi antar elemen warga. Inilah harmoni dalam keberagaman Surabaya.
Harapannya dengan adanya wadah Dewan Kebudayaan Surabaya dan selesainya Perda Pemajuan Kebudayaan dan Nilai Kejuangan dan Kepahlawanan Surabaya, maka arah pembangunan berkelanjutan yang berdasar pada nilai nilai budaya akan bisa berjalan sesuai harapan.
Lembaga Dewan Kebudayaan Surabaya adalah alat, Perda adalah aturan, Kebangkitan Kebudayaan adalah tujuan. Bangkitnya kebudayaan adalah terwujudnya pembangunan kota.
Bangkitnya kebudayaan di Surabaya kini diwujudkan melalui kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Surabaya dan para pelaku budaya. Sinergi ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, menjadikan pembangunan karakter masyarakat sebagai inti dari kemajuan kota.
Sebagai pondasi dan semangat dasar dari karakter Surabaya, perlu digali dan diupayakan 1) menduplikasi sumber dasar sejarah otentik Surabaya yang berupa Prasasti yang memuat nama Surabaya (Śūrabhaya) dan 2) merawat, merumat dan meruwat semboyan “Śūra ing bhaya” dengan menempatkan kembali ke emblem resmi kota Surabaya. (PAR/nng)
