Upaya Bersama Dalam Pelestarian Budaya.

Budaya, Aksara.

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Lomba Menulis Aksara Jawa di Masjid Kemayoran Surabaya dalam rangka Hari Aksara Internasional 2026 adalah upaya perjuangan menegakkan nilai budaya dan sejarah.

Pelestarian budaya melalui lomba. Foto: dikpar

Nilai budaya ini terkait dengan tradisi tulis aksara kuno Nusantara dan sejarah klasik Surabaya, yang sudah cenderung terlupakan. Aksara Jawa adalah nyata sebagai tradisi tulis di Surabaya pada masa lalu. Bahkan pemerintah Kolonial Belanda pun menyesuaikan diri menggunakan penulisan aksara Jawa agar dapat dimengerti oleh masyarakat Surabaya. Buktinya ada di prasasti pembangunan Masjid Kemayoran Surabaya (oleh Pemerintah Hindia Belanda) dan Inskripsi pada salah satu gapura Sunan Ampel (oleh komunitas Ampel masa lalu).

Kedua bukti itu adalah fakta sejarah yang tidak bisa dipungkiri. Sementara tradisi tulis menggunakan aksara Jawa adalah budaya dan kebiasaan masyarakat Surabaya kala itu.

Ketika pemerintah Indonesia dan pemerintah Suriname bersama sama mengajukan tradisi tulis dengan menggunakan aksara Jawa ke UNESCO, kenapa kita tidak meramaikannya agar secara faktual penulisan aksara tradisional ini memang masih ada.

Indonesia pernah mengajukan nominasi Indonesia sebagai Jalur Rempah ke UNESCO, tapi apakah masyarakatnya sendiri ramah (kenal dan menggunakan) rempah rempah.

Mestinya Indonesia dapat kabar dari UNESCO per tahun 2025 lalu karena proses pengajuannya dalam periode 2020-2025.

Hal yang sama ketika pemerintah Indonesia mengajukan pengakuan kepada UNESCO bahwa penulisan tradisional masih ada, tanpa ada aksi nyata di tingkat lapangan (praktis), maka pengajuan ke UNESCO akan terkesan kosong.

Salah satu bentuk aksi lapangan ini adalah lomba menulis aksara Jawa. Pelaksanaan ini perlu ada dukungan untuk mengiringi semangat peserta. Meskipun hanya berupa dukungan, tetapi kebersamaan itu menjadi wujud aksi penulisan secara kolosal dan massal.

Menyambut Hari Aksara Internasional 2926. Foto: ist

Walau dikemas dalam bentuk kompetisi (lomba), fokus utamanya adalah partisipasi massal yang menciptakan dampak kesadaran yang besar. Kehadiran banyak peserta secara bersamaan menjadi bukti nyata adanya kepedulian kolektif terhadap eksistensi aksara daerah.

Dalam hal penyelenggaraan lomba menulis aksara Jawa ini adalah upaya bersama memperingati Hari Aksara Internasional 2026 yang jatuh tepat pada 8 September. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *