Kontemplasi Kedua: Mengapa Aksara Sangat Penting Bagi Kebudayaan?

Budaya Aksara

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Tiga tahun telah berlalu sejak tahun 2023, yang ditandai dengan terbitnya Surat Edaran Sekkota tentang penulisan aksara Jawa di kantor kantor pemerintah Kota Surabaya.

Selama itu dari September 2023 hingga 2 September 2026, ada kontemplasi kedua di tengah malam sambil ditemani secangkir kopi, lalu kudapati dalam diri ini nilai nilai luhur sejati. Apakah itu? Camkan makna di bawah ini: mulai orang embongan hingga profesor jempolan memahaminya.

Jangan sampai yang berkerah dan berdasi menjadi kaku bagai jeruji besi, yang tidak pernah lentur oleh suara hati.

Aksara bersuara. Foto: ist

Ini suara hati itu:

Aksara adalah dasar ekspresi. Aksara mengubah bunyi menjadi bentuk visual. Tanpa aksara, gagasan manusia hanya bertahan dalam ingatan. Lewat aksara, pikiran bisa melintasi waktu dan ruang

Aksara adalah pilar peradaban. Ia perekam sejarah. Ia menyimpan memori zaman kuno. Ia penyebar ilmu. Ia mentransfer pengetahuan antar-generasi. Aksara adalah hukum tertulis. Ia adalah dasar aturan hidup bermasyarakat.

Melihat apa itu aksara, maka perlu disadari betapa pentingnya aksara sebagai objek budaya. Aksara bukan sekadar kumpulan huruf atau simbol bunyi. Sebagai objek budaya, aksara adalah fondasi peradaban yang merekam identitas, pemikiran, dan sejarah suatu bangsa.

Itulah mengapa Aksara sangat penting bagi kebudayaan. Ya, Aksara sangat penting bagi kebudayaan karena menjadi pondasi utama dalam merekam sejarah, memperkuat identitas lokal, serta mewariskan pengetahuan dari satu generasi ke generasi berikutnya”. 

Tanpa aksara Anda tidak bisa bicara. Apa yang baik hanya dalam kepala. Tidak ada suara dan bunyi. It is good for nothing”. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *