Budaya Aksara
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Para peminat lomba menulis aksara Jawa di Masjid Kemayoran Surabaya terus bertambah. Jumlahnya sudah tembus 130. Mereka berdatangan dari sekolah sekolah tingkat SD, SMP dan SMA/SMK se Surabaya. Bahkan ada yang datang dari luar kota.
Jumah peserta tahun ini, 2026, lebih banyak dibanding tahun lalu, 2025. Setidaknya ada pertambahan (peningkatan) jumlah peserta dari 2025 ke 2026.
Kenaikan jumlah peserta lomba menulis aksara Jawa ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah Kota Surabaya, yang ternyata di kota metropolis ini masih tersimpan generasi generasi yang peduli budaya Jawa.

Melihat fakta ini, Pemerintah Kota Surabaya seharusnya pula dapat memaksimalkan potensi ini melalui beberapa langkah strategis. Misalnya Integrasi Kurikulum, yaitu memasukkan muatan lokal aksara Jawa secara intensif di sekolah.
Peningkatan kapasitas guru ajar aksara Jawa sebagai bagian dari program Kemis Mlipis agar guru juga menjadi target oriented, bukan saja student oriented.
Penyediaan ruang dan fasilitas publik di lingkungan sekolah dengan penulisan aksara Jawa sehingga secara fisik dan visual program Kemis Mlipis dapat dilihat dan dirasakan lebih lanjut.
Termasuk menyelenggarakan kompetisi budaya secara rutin dengan skala lebih besar seperti menulis aksara Jawa.
Lomba menulis aksara Jawa ini akan digelar di Masjid Kemayoran Surabaya pada Minggu, 6 September 2026 mulai pukul 08.00-12.30. (PAR/nng)
