Budaya, Sejarah
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Di makam Eropa Peneleh Surabaya terdapat makam dengan nomor registrasi B 2192, yang diketahui sebagai tempat peristirahatan terakhir moyang Ahmad Dhani (musisi Dewa 19 dan anggota DPR RI Dapil I Jatim), yang bernama Louise Elizabeth Kohler Geb Pheffercorn. Meski nama itu tidak ada disana karena batu nisannya pecah dan pecahannya hilang.

Namun pecahan batu nisan, yang masih tersisa terdapat tulisan nama ahli kubur Charles PEREIRA, yang lahir di Surabaya pada 1844 dan meninggal di Surabaya 1892. Bagaimana bisa diketahui dan yakin bahwa moyang Ahmad Dhani yang bernama Louise Elizabeth Kohler Geb Pheffercor bisa dikubur dalam satu liang yang sama dengan Charles PEREIRA di makam no B 2192?
Lantas apa hubungannya antara Charles PEREIRA dengan Louise Elizabeth KOHLER Geb PHEFFERCORN?
Di dalam liang bernomor B 2198 tercatat (terdata) ada dua nama keluarga besar (ternama dan penting). Yaitu Keluarga PEREIRA dan PHEFFERCORN.
Louise Elizabeth asalnya terlahir dengan marga Pheffercorn, yang ditandai dengan keterangan Geb Pheffercorn. Karena Louise Elizabeth menikah dengan suami yang bermarga KOHLER, (Johan Gustaf Kohler), maka namanya keluarganya ditulis lengkap mengikuti nama keluarga suami, maka jadilah Louise Elizabeth KOHLER Geb. PHEFFERCORN.

Dari hasil penelusuran data oleh Michiel Eduard Donkersloot di Belanda, maka ditemukan lah kisah cerita penting mengenai hubungan keluarga KOHLER dan PHEFFERCORN.
Bagaimana Hubungan Keluarga Charles Pereira dan Keluarga Pfefferkorn Terbentuk di Surabaya?
Charles Pereira lahir di Surabaya pada 31 Maret 1844 dan wafat di kota yang sama pada 29 Mei 1892. Pada 29 Desember 1866, Charles Pereira menikah dengan Rosaline Josephine Theodore Sleebos (1846–1929) di Probolinggo.
Hubungan Keluarga PEREIRA dengan PHEFFERCORN terbentuk melalui jalur pernikahan saudara laki-lakinya, yang bernama Jan Joseph PEREIRA (1836–1912) dengan seorang wanita bernama Johanna Frederika PHEFFERCORN (1847–1912) pada tahun 1862.
Pada masa itu di pemakaman Eropa Peneleh Surabaya ada kebiasaan bahwa dalam satu liang lahat bisa dimakamkan lebih dari satu jenazah, yang tentu saja masih memiliki ikatan keluarga. Jan Joseph PEREIRA (1836–1912) ada ikatan keluarga dengan Johanna Frederika PFEFFERKORN (1847–1912).
Dengan demikian, Johanna Frederika Pfefferkorn adalah kakak ipar dari Charles Pereira, yang namanya tertulis di batu nisan. Johanna Frederika Pfefferkorn juga masih memiliki garis keturunan keluarga dengan Louise Elizabeth Kohler yang terlahir dengan nama keluarga Pheffercorn dan menikah dengan suami bernama Johan Gustaf KOHLER.
Mengapa Mereka Berada di Dalam Satu Makam?
Pada abad ke-19, sudah menjadi hal yang sangat lumrah di Pemakaman Peneleh bagi keluarga-keluarga Indo-Eropa yang berkecukupan (seperti keluarga Pereira dan Pfefferkorn) untuk membeli sebuah makam keluarga. Karena keluarga Pereira dan Pfefferkorn telah menyatu erat melalui pernikahan Jan Joseph dan Johanna, maka anggota keluarga yang meninggal dari kedua belah pihak bisa dimakamkan di ruang makam yang sama.
Ketika Charles Pereira wafat dalam usia yang relatif muda (48 tahun) di Surabaya pada tahun 1892, maka jasadnya dimakamkan di makam keluarga bersama ini, termasuk kemudian ketika jenazah Louise Elizabeth Kohler Geb Pheffercom dimakamkan
Ada Orang Juga Mencari Kuburan B 2198.
Ketika Tim dari Puri Aksara Rajapatni, yang terdiri dari Nanang Purwono dan Christanto Wibisono, datang ke Makam Eropa Peneleh pada hari Kamis (18/6/26) dan bertemu penjaga makam, Nano, dikatakan bahwa belum lama ada juga orang lain mencari makam dengan nomor B2192. Menurut Nano, orang itu dari Pasuruan atau Probolinggo.
Diduga orang ini adalah anggota keluarga dari garis keluarga yang bertempat tinggal di Probolinggo yang menjadi tempat dilangsungkannya pernikahan Charles Pereira dan Rosaline Josephine Theodore Sleebos (1846–1929).

Ketika Nanang Purwono menunjukkan foto seorang perempuan, yang diberikan Ahmad Dhani sebagai petunjuk, kepada petugas makam Nano, Nano mengiyakan bahwa orang perempuan dalam foto itu adalah orang yang mencari makam dengan nomor yang sama, B 2198.
Dengan demikian orang perempuan (sosok ibu ibu) dalam foto diduga masih memiliki hubungan keluarga dengan Ahmad Dhani. Dugaan ini karena ia mencari makam yang bernomor sama (B2198) dengan data yang diberikan Ahmad Dhani kepada Nanang. (PAR/nng)
