Surabaya Menjadi Pabrik Uang BJR di era Pemerintahan Inggris.

Budaya Aksara.

RAJAPATNI.com: ŚŪRABHAYA – Dalam sebuah unggahan pada akun Facebook CORE (Club Oeang Revoloesi), memuat mata uang koin kuno dari era Pemerintahan Inggris di Surabaya pada periode 1811-1816.

Koin ini disebut “British Java Rupee” yang disingkat BJR. Di satu sisi menggunakan tulisan Aksara Jawa “Hanacaraka”, pada sisi lain menggunakan Arab Pegon.

Kehadiran Inggris di Jawa ini setelah Inggris berhasil mengalahkan Belanda – Perancis. Ketika mulai mendominasi Surabaya, pemerintah Inggris mencetak uang logam (koin) di kota ini. Beratnya berkisar 12 gram hingga 13,15 gram per koin dengan memakai ciri lokal. Yaitu aksara Jawa dan Arab Pegon. Surabaya menjadi pabrik uang BJR.

Bisa dibayangkan betapa terkejut dan gembiranya warga lokal Surabaya yang waktu itu bernama Śūrapringga. Bahwa budaya mereka, aksara Jawa, digunakan oleh pendatang baru Inggris dalam bentuk mata uang koin. Pembuatnya bernama J. A. Zwekkert yang berinisial Z.

Kepanjangan J. A. Zwekkert adalah Johann Anthonie Zwekkert. Ia adalah seorang master pencetak koin (mintmaster) asal Belanda yang bertugas di Jawa, Hindia Belanda, pada awal abad ke-19 (sekitar tahun 1802 hingga 1817).

Ia paling dikenal karena memimpin percetakan uang (mint) di Surabaya selama masa transisi kekuasaan yang bergejolak di Nusantara, mulai dari masa pemerintahan kolonial Prancis/Belanda (di bawah Louis Napoleon) hingga masa pendudukan Inggris (di bawah British East India Company / EIC).

J. A. Zwekkert menggunakan Inisial “Z” pada koin kuno. Koin-koin kuno yang dicetak di bawah pengawasannya ditandai dengan huruf kapital “Z” (disebut sebagai muntmeesterteken atau tanda master cetak). Tanda ini biasanya terletak di bagian bawah koin.

J. A. Zwekkert melayani dua penguasa. Ketika Inggris merebut Jawa dari Belanda-Prancis pada tahun 1811, mereka mempertahankan operasional pabrik uang di Surabaya. Inggris mengangkat kembali Zwekkert sebagai pengawas untuk mencetak koin-koin tembaga, perak, dan emas seperti koin Java Rupee dan Stuiver.

Beberapa koin hasil cetakannya yang sangat dicari oleh para kolektor numismatik saat ini adalah koin perak Java Rupee bertuliskan huruf aksara Jawa dan Arab Pegon dan koin tembaga pecahan ½ Stuiver atau Duit dengan tulisan Surapringga (sekarang Surabaya)

Sumber:

https://id.scribd.com/document/608878342/jelajah-uang-nusantara. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *