Budaya Sejarah
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Tidak sedikit karya seni dan budaya asal Indonesia yang dijarah Raffles dan kemudian menjadi koleksi The British Museum di London. Sejumlah informasi dan kabar memberitakan bahwa harta jarahan dari Keraton Yogyakarta itu memang disimpan di the British Museum di London.
Pada 2017 dalam sebuah kesempatan saya pernah melihat secara langsung beberapa karya seni itu di etalase museum.
Pada 2025 seorang kawan komunitas juga sempat melihat karya seni lukis dan benda bersejarah lainnya di sana. Ia juga sempat ke the British Library untuk melihat koleksi Manuskrip. Benda benda jarahan itu nyata adanya di sana (The British Library dan Museum).
Ada narasi yang mengatakan bahwa Raffles “menghadirkan” beragam benda dari Jawa. “Menghadirkan” dalam tanda kutip ini adalah hasil jarahan dari Keraton Yogyakarta pada 1812. Kala itu Raffles menjabat sebagai Letnan-Gubernur di Jawa selama tahun 1811-1816.

Pada tahun 1812 terjadilah Geger Sepoy dan prajurit Raffles yang tidak lain adalah orang orang Sepoy dari India dikerahkan untuk menduduki keraton dan menjarah. Sebagian barang barang itu dipamerkan di The British Museum.

Dari tayangan konten Instagram pemilik akun donatirin menayangkan konten tentang kehadirannya di the British Museum dan menyatakan bahwa ia diperkenalkan dan ditunjukkan dengan sejumlah koleksi Indonesia yang dibawa Raffles ke Inggris yang berupa Wayang kulit, wayang golek dan banyak lagi lainnya.
Barang bawaan oleh Raffles dari Jawa dapat diduga bahwa barang barang itu adalah hasil jarahan dari Keraton Yogyakarta pada saat Geger Sepehi tahun 1812.
Bukti Sejarah Penjarahan Geger Sepehi 1812
Naskah dan Manuskrip Kuno: Sekitar 45 hingga ribuan naskah kuno dari perpustakaan keraton dijarah, di mana Raffles sendiri turut memanfaatkan bantuan lokal untuk memilah naskah-naskah berharga tersebut sebelum dibawa ke Inggris.
Harta Karun dan Kas Keraton: Pasukan Inggris menguras uang perbendaharaan keraton senilai ratusan ribu gulden atau diperkirakan mencapai 800.000 dolar Spanyol, termasuk emas, perak, dan permata.
Pusaka Kerajaan: Berbagai macam keris pusaka dan benda-benda budaya dirampas dan sebagian di antaranya hingga kini masih tersimpan di lembaga seperti British Museum

Secara terpisah Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan pemerintah Indonesia juga sudah dan sedang berupaya untuk memulangkan dua prasasti penting yang pernah dibawa Raffles dan diserahkan ke atasannya di India, Lord Minto. Satu Prasasti Pucangan ada di Kalkuta (Calcutta Stone) dan lainnya dibawa Lord Minto ke Skotlandia, yang bernama Prasasti Sangguran dan ketika di Skotlandia dinamakan Minto Stone.
Menteri Kebudayaan menyatakan bahwa Inggris termasuk negara yang paling banyak menyimpan benda sejarah asal Indonesia akibat jarahan masa lalu, namun belum ada realisasi pengembalian.
Berdasarkan pernyataan resmi dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, hingga saat ini memang belum ada benda atau artefak bersejarah milik Indonesia yang direpatriasi atau dikembalikan oleh pihak pemerintah atau museum di Inggris (seperti British Museum dan British Library). (PAR/nng)
