Budaya
Rajapatni.com: SURABAYA – Kota Lama Surabaya tidak sekedar etalase bangunan-bangunan kolonial bersejarah baik yang mengandung unsur peradaban pembangunan kota maupun sebagai pernak pernik sejarah pertempuran Surabaya pada November 1945.
Tak heran jika kota lama Surabaya juga menjadi etalase fashion pakaian daerah. Diantaranya adalah busana kebaya dan lurik Jawa. Bahkan di sana terdapat tempat persewaan kebaya untuk tujuan photography. Cukup ramai. Jasa photography busana adat ini memanfaatkan setting bangunan bangunan kolonial.

Jangan diragukan untuk jasa photography nya karena di kawasan ini bertebaran para juru photo. Namun, berpakaian busana kebaya ini masih bersifat dekoratif karena untuk tujuan tujuan dokumentasi dan photography. Setelah kegiatan photography selesai, busana tradisional itu ditanggalkan.
Apalagi pada momen peringatan Hari Kartini, jasa persewaan busana kebaya dan photography cukup ramai. Dihimpun dari sumber lapangan bahwa harga sewa busana kebaya di Kota Lama Surabaya mulai dari Rp. 25.000 hingga Rp. 50.000 per orang untuk durasi 1 jam, termasuk kostum lengkap (adat/Eropa) dan sandal bludru. Biaya fotografi berkisar Rp. 3.000 per foto yang dipilih, dengan lokasi sewa di sekitar Jembatan Merah Plaza.

Bersifat Fungsi
Di antara para pengguna busana adat itu, ada satu pengunjung yang bukan mengenakan busana kebaya untuk dekorasi tapi lebih ke fungsi.
Kebaya dikenakan sebagai identitas budaya, simbol feminitas, keanggunan, dan kekuatan perempuan Indonesia, sekaligus simbol perjuangan dan nasionalisme. Satu contoh perempuan Indonesia dengan kebaya ini memang menggunakannya tidak semata mata untuk photography atau menghadiri kondangan. Tetapi memang menjadi kebiasaannya mengenakan busana kebaya. Ia adalah pegiat budaya Jawa, khususnya Aksara Jawa.

Ketika dirinya berkebaya di kota lama Surabaya bukan untuk photography tapi kebutuhan sosial budaya pada malam itu. Misalnya jalan ke warung untuk makan, berjalan di kawasan kota lama Surabaya untuk mencari cemilan tahu goreng dan melihat lihat kota lama Surabaya. Kesempatan ini terlalu sayang dilewatkan untuk tidak diabadikan sebagai komparasi antara berbusana sebagai dekorasi dan fungsi.

Tak salah juga ketika orang menggunakan kebaya sebagai dekorasi. Karena Kebaya, sebagai warisan budaya Indonesia yang kaya akan nilai estetika, yang kini memang sering diaplikasikan tidak hanya sebagai pakaian, tetapi juga sebagai elemen dekorasi yang menawan, terutama dalam tema pernikahan, lamaran, atau acara adat. (PAR/nng)
