Budaya, Aksara
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA ,- Acara Lomba Menulis Aksara Jawa dengan kolaborasi pentahelix di Surabaya ini terhitung masih kecil dan pemula tapi apresiasi yang sudah diterima dari tataran global: Australia dan Belanda.
Dari lembaga usaha media pun berdatangan dari media berskala nasional. Ada yang berkantor di Surabaya dan ada pula yang berada di Jakarta. Salah satunya berjejaring secara global. Sudah barang tentu aksi dari Surabaya ini ikut mengglobal pula.
Ada Musee ID, Konsultan Museum yang berafiliasi dengan ICOM CECA (International Committees of Museum, Committee for Education and Cultural Action) dan ada pula PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia, .id).
Heru Nugroho, salah satu pendiri lembaga PANDI, yang juga sebagai praktisi teknologi komunikasi & informasi, meñgatakan bahwa Ia mengapresiasi kegiatan yang dilakukan pegiat aksara Jawa di Surabaya.
“Seneng liat semangat kawan kawan pelaksana lomba karena bersedia mengusung warisan budaya literasi yang pernah jadi kultur intelektual para leluhur bangsa jawa dulu. Acara ini mengingatkan bahwa bangsa jawa dulu adalah kelompok bangsa yang punya budaya literasi lewat budaya aksara. Saya berharap itu mampu mengingatkan generasi muda kita bahwa intelektualitas yang kita miliki itu sudah merupakan warisan genetika” demikian jelas Heru Nugroho yang telah membawa Aksara Nusantara ke UNESCO.
Sementara itu Direktur Eksekutif Musee ID, Nofa Farida Lestari mengatakan bahwa acara literasi lomba menulis aksara Jawa ini bagus sekali untuk upaya edukasi dan pelestarian aksara Jawa.
“Apalagi Oktober ini juga ada hari Museum dan Hari Kebudayaan Nasional”, tambahnya.
Belum lagi keikutsertaan Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya yang berjejaring secara nasional. Ini semua adalah wujud tanggung jawab bersama dalam membawa identitas bangsa ke kancah global.

Kabar lomba pun juga sudah tersebar ke jaringan internasional melalui Grup WA UHS23 (Urban Heritage Strategy 2023), sebuah kelompok profesional heritage dunia yang bertemu dan terbentuk di Rotterdam Belanda pada 2023. (PAR/nng)
