Budaya, Aksara
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Kelas Sinau Aksara Jawa (SAJ) di Rumah Bahasa Surabaya pada Sabtu sore (4/7/26) menjadi jujugan dua siswa SMA 4 Surabaya, yang sedang dalam proses kreatif membuat game online Bahasa dan Aksara Jawa. Game ini nantinya diharapkan menjadi media pembelajaran Aksara dan Bahasa Jawa.

Hasil dari karya kreatif ini akan ditampilkan dalam Pentas Seni (Pensi). Ini merupakan ajang pertunjukan, yang diselenggarakan oleh siswa atau institusi pendidikan untuk menampilkan berbagai bakat, seperti musik, tari, teater, dan puisi. Ajang ini berfungsi sebagai sarana hiburan sekaligus wadah kreativitas siswa.

Dalam kelas Sinau Aksara Jawa Batch 10, yang sudah berjalan untuk pertemuan kedua ini, kedua siswa, yang bermaksud untuk menambah wahana dalam game tersebut, mendapat arahan dari tutor Ita Surojoyo.
Misalnya game, yang harus dimainkan berkelompok atau lebih dari satu orang ini, hendaknya dilengkapi dengan pilihan yang bisa dimainkan sendirian (single player) atau bermain dengan machine (sistem) sehingga game ini bisa dipakai untuk menghabiskan waktu luang secara mandiri

Ita juga menyarankan permainan online berbahasa dan beraksara Jawa ini, bisa dilengkapi dengan teks beraksara Jawa yang selanjutnya bisa sebagai media belajar aksara Jawa. Apalagi kedua siswa ini mendapatkan pelajaran Aksara Jawa dalam mata pelajaran Bahasa Jawa di sekolah.
“Kalau bisa ditambahkan teks aksara Jawa yang bisa ditaruh di atas atau di bawah teks berbahasa Indonesia. Kecil saja”, demikian saran Ita.
Begitu Ita melihat font aksara, yang dimiliki kedua siswa ini di gadgetnya, Ita menyarankan agar mereka membuka link https://aksaradinusantara.com/.

“Coba buka link https://aksaradinusantara.com/, disana banyak fonts, setidaknya ada 30 model fonts”, jelas Ita.
Membuat game online berbahasa dan beraksara Jawa adalah gagasan kreatif. Langkah ini sangat efektif untuk melestarikan budaya, menjangkau generasi muda, dan menjadikan pembelajaran bahasa daerah lebih menyenangkan. Proyek ini menggabungkan edukasi dan teknologi dengan pendekatan modern.
“Nanti bisa pilih font sesuai selera”, pungkas Ita.
Kelas Sinau Aksara Jawa pada Sabtu sore (4/7/26) diikuti oleh 12 peserta dari berbagai usia. (PAR/nng)
