Budaya, Aksara
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Ada tiga unsur: Kemajapahitan, Kenusantaraan dan Kebangsaan dalam satu paket pemahaman, yang secara umum dapat diraih melalui lomba menulis aksara Jawa dalam peringatan bulan bahasa, sastra dan sumpah pemuda 2026.
Tiga unsur tersebut: Kemajapahitan, Kenusantaraan, dan Kebangsaan disadari sebagai satu kesatuan historis dan ideologis, yang membentuk jati diri bangsa Indonesia. Melalui kegiatan seperti lomba menulis aksara Jawa dalam rangka peringatan Bulan Bahasa, Sastra, dan Sumpah Pemuda, ketiga unsur ini dapat dipahami secara mendalam melalui benang merah berikut.

Kemajapahitan (Akar Sejarah): Aksara Jawa merupakan warisan budaya yang hidup subur sejak era Majapahit (Jawa Kuna yang selanjutnya berkembang menjadi Aksara Jawa Baru atau Carakan). Menulis aksara ini mengajak kita merawat memori kolektif tentang kejayaan masa lalu, nilai luhur, dan kearifan lokal yang menjadi fondasi peradaban.
Kenusantaraan (Jembatan Budaya): Majapahit adalah epentrum lahirnya gagasan “Nusantara” (melalui Sumpah Palapa). Mengintegrasikan aksara daerah ke dalam perayaan nasional menunjukkan kekayaan diversitas yang menyatukan wilayah geografis dan kultural Indonesia.
Kebangsaan (Visi Masa Depan): Peringatan Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa menegaskan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Menghidupkan aksara daerah bukan untuk memecah belah, melainkan memperkuat kepribadian bangsa sesuai prinsip Bhinneka Tunggal Ika, semboyan yang juga lahir dari era Majapahit.
Ketiga unsur itu secara visual tampak pada nilai trofi dan penulisan aksara yang diperlombakan. Para peserta tidak perlu takut dengan lomba itu. Lomba ini sifatnya cukup menyalin teks beraksara Jawa yang telah disiapkan oleh panitia. Yaitu teks yang diambil dari serat Wulangreh pupuh Dandanggula dan Pangkur. (PAR/nng)
