Budaya, Aksara
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Tradisi literasi bertemu dengan sosok cagar budaya yang terwujud dalam bentuk sebuah trofi sebagai penghargaan para juara lomba Menulis Aksara Jawa. Trofi ini sedang dikerjakan oleh pengrajin desa Bejijong, Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Tepatnya oleh pengrajin Sanggar Bhagaskara, asuhan Supriyadi.
Literasi itu bertuliskan:

Yang berbunyi Juara 1, Bulan Bahasa dan Sastra, Sumpah Pemuda 2026
Surabaya, 25 Oktober 2026.
Literasi aksara daerah ini dalam satuan karya sebagai simbol bertemunya literasi daerah dengan cagar budaya dalam visualisasi Trofi kejuaraan.
Cak Supriyadi mengawal betul pengerjaan trofi berikut penulisan aksara Jawa yang selanjutnya di desain serasi dan artistik
“Saran saya penulisan jangan ditempatkan di tubuh Candi Mbah. Logo tersebut disatukan saja dengan tulisan placard bagaimana? Nanti saya coba desainkan”, demikian tawaran Supriadi..
Panitia sendiri merasa penasaran dengan bentuk trofinya. Apalagi peserta lomba yang barang tentu berharap bisa menampilkan tulisan terbaiknya untuk memenangi lomba dalam Bulan Bahasa, Sastra dan Sumpah Pemuda 2026.
Untuk membayangkan itu, panitia mereka reka bentuk trofinya sebagaimana berikut ini.

Tetapi trofinya jauh lebih elegan dan artistik. (PAR/nng)
