Budaya
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Candi Borobudur merupakan bangunan yang komplek, terdiri dari 10 tingkat dimana tingkat 1-6 berbentuk persegi dan sisanya bundar. Dinding candi dipenuhi oleh gambar relief sebanyak 1460 panel. Terdapat 505 arca yang melengkapi candi. Candi ini berbentuk tapak persegi ukuran panjang ± 123 m, lebar ± 123 m dan tinggi ± 42 m.
Bahan batu Andesit yang digunakan sekitar 60.000 meter kubik dan berjumlah 2.000.000 balok batu dipotong, dipahat dan dirangkai saling mengunci (interlock) menutupi sebuah bukit kecil. Dimensi balok batuan berkisar 25 x 10 x 15 cm dengan berat jenis 1,6-2,0 t/m3, maka berat per potongan batu sekitar 7,5 – 10 kg. Ini berat kalau diambil di lembah sungai di sekitar Borobudur.

Kalau kita melihat bukit bukit tunggal karena intrusi yang ada di sekitar G Merapi seperti G Tidar, Bukit Berjo Godean dan lain lain. Hasil survei di beberapa lokasi banyak ditemui bukit andesit yang lapuk dan bongkah bongkah andesit lepas. Maka sangat mungkin Candi Borobudur pada awalnya berupa bukit yang penuh bongkah bongkah batu andesit di tengah rawa/danau.
Raja saat memerintahkan untuk membuat candi yang berfungsi untuk ibadah umat Budha Gunadarma membuat desain atas dasar mandala yang sudah dikenal. Terus dibagi bagi setiap segmen mulai dari bawah sampai keatas. Dengan berat balok batu sekitar 10 kg, ini tidak perlu teknologi canggih. Sang koreografer Gunadarma sangat teliti di setiap segmennya. (PAR)
(*) Amien Widodo
