Kartu Aksara Jawa Tandai Hari Anak Nasional di Jawa Timur.

Budaya

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Anak-anak saat ini adalah aset bangsa yang paling berharga. Di tangan merekalah cita-cita, kemajuan, dan karakter negara ini akan diteruskan. Apa yang mereka pelajari, rasakan, dan dapatkan hari ini akan menjadi fondasi Indonesia di masa depan.

Adalah tanggung jawab orang orang dewasa (orang tua, pembimbing dan pendamping) akan masa depan anak anak itu. Orang dewasa memang memikul kewajiban moral, sosial, dan hukum untuk memberikan perlindungan, pendidikan, dan bimbingan, sehingga anak-anak memiliki pondasi yang kuat dalam menghadapi tantangan dunia di masa depan.

Salah satu tantangan ke depan adalah bagaimana mereka turut menjaga keberlangsungan budaya lokal sebagai cerminan budaya Nusantara di era yang serba modern dan canggih itu. Anak anak sebagai generasi penerus harus bisa dipersiapkan untuk menatap masa depan sambil merangkul kemajuan, yang menyertai. Ini tidak hanya tanggung jawab orang dewasa (orang tua), tetapi juga pemerintah.

Maka, untuk mempersiapkan generasi penerus, kearifan lokal harus diselaraskan dengan kecanggihan teknologi dan dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan, kegiatan seni, serta narasi digital yang dekat dengan keseharian anak.

Di Jatim contohnya, hal ini terkait dengan upaya menghadirkan Kartu Aksara Jawa, yang diselaraskan dengan pengajaran aksara Jawa, yang harapannya Aksara Jawa bisa dikembalikan secara formal di sekolah sekolah.

Taufik Monyong (kiri) bersama Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari. Foto; nng

Demikian kata seniman Taufik Monyong dengan gagasannya menghadirkan Kartu bermain Aksara Jawa. “Learning by doing”. “Learning by doing” adalah metode belajar yang menekankan praktik langsung dan pengalaman nyata ketimbang sekadar menghafal teori. Konsep ini membuat para pembelajar bisa belajar secara aktif, lebih cepat memahami materi, serta mampu menerapkan ilmu secara langsung untuk memecahkan masalah.

Sesuai namanya dengan Kartu Aksara Jawa bahwa pada setiap lembar kartu terdapat tulisan aksara Carakan. Setiap aksara bisa dikembangkan menjadi kata (menyusun kata). Pembelajaran aksara Jawa dengan menggunakan kartu semacam ini masih menjadikan guru sebagai “teacher centered” karena kartu ini masih lebih mengenalkan huruf per huruf dan angka. Belum sampai ke penyusunan kata dan kalimat termasuk penggunaan sandhangan dan pasangan. Karenanya permainan ini masih membutuhkan peran maksimal guru.

 

Perhatian Komisi E DPRD Jatim

Bagaimanapun Kartu Aksara Jawa ini menjadi perhatian Ketua Komisi E DPRD Jatim, Dr. Dra. Sri Untari. Dalam sambutan peluncuran Kartu Aksara Jawa di Taman Budaya Jawa Timur pada Kamis (23/7/26), Sri Untari mengatakan bahwa pembelajaran Aksara Jawa, yang merupakan bukti kecerdasan leluhur, harus menyenangkan supaya selaras dengan dunia anak anak zaman sekarang.

Sri Untari mencontohkan beberapa negara tetangga yang begitu kuat dan bangga dengan aksaranya seperti Jepang, Thailand, Korea, China dan India.

Kenapa kita tidak?. Kita memiliki aksara sendiri. Kenapa tidak kita gunakan? Kita ini tidak menolak aksara asing seperti Latin, tapi kita harus mengerti Aksara kita sendiri”, jelas Sri Untari di hadapan hadirin.

Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari (kanan) menyerahkan Kartu Aksara Jawa kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Foto: nng

Kartu aksara Jawa adalah metode pengajaran interaktif yang dapat menggantikan pembelajaran konvensional. Media ini mempercepat penguasaan 20 aksara dasar (nglegena). Beberapa bungkus kartu ini secara simbolis diserahkan oleh Ketua Komisi E DPRD Propinsi Jawa Timur, Dr. Dra. Sri Untari, kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jatim yang diteruskan kepada siswa SMA, yang mewakili beberapa sekolah setingkat SMA dan SMK se Jawa Timur.

Dinas Pendidikan Provinsi Jatim menyerahkan Kartu Aksara Jawa kepada siswa SMA secara simbolis penyerahan Kartu kepada SMA dan SMK se Jawa Timur. Foto;nng

Setelah penyerahan Kartu Aksara Jawa secara simbolis, Sri Untari menyampaikan pesan agar pengajaran aksara Jawa mulai diperkenalkan (diajarkan kembali) di sekolah sekolah sebagai Muatan Lokal.

 

Hari Anak Nasional

Kartu Aksara Jawa turut meriahkan Hari Anak Nasional. Foto: nng

Peluncuran ini sekaligus menandai peringatan Hari Anak Nasional yang memberikan isyarat bahwa anak anak dipersiapkan sebagai garda menjaga identitas bangsa.

Kartu beraksara Jawa. Foto:nng

Setelah penandatanganan prasasti oleh Ketua Komisi E DPRD Jatim dan seniman Taufik Monyong, hadirin diajak menyaksikan pameran seni berbasis aksara Jawa dan ekshibisi praktik permainan Kartu Aksara Jawa di gedung Prabangkara. Acara ini dihadiri oleh segenap segenap praktisi aksara Jawa dan budayawan selain oleh Ketua Komisi E DPRD Jatim dan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Timur. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *