Budaya Aksara
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Tepat pukul 8.00 acara Lomba Menulis Aksara Jawa di Masjid Kemayoran Surabaya dimulai, yang ditandai dengan serangkaian sambutan sambutan dan tour de masjid. Pertama diawali dengan sambutan oleh KH. M. Abdul Bari selaku Ketua Takmir Masjid Kemayoran yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari dr. Zuhrotul Mar’ah, Komisi D DPRD Kota Surabaya.

Mar’ah dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan Lomba Menulis Aksara Jawa di Masjid Kemayoran dan berharap pelaksanaan ini dapat berjalan setiap tahunnya karena sesungguhnya kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam memakmurkan masjid, melestarikan budaya dan menjaga sejarah Surabaya.
Setelah itu dilanjutkan dengan pengarahan teknis lomba oleh Ginanjar selaku dewan Juri yang juga mewakili Puri Aksara Rajapatni. Dijelaskannya bahwa pelaksanaan lomba berjalan selama 60 menit sejak dimulai dari penghitungan awal oleh dewan juri pada pukul 08.55.

Sebelum lomba menulis dimulai, seluruh peserta mendapat sajian home tour, tour di dalam masjid, utamanya mengenal Prasasti Masjid Kemayoran, yang menjadi mahkota sejarah masjid. Untuk itu semua peserta harus meninggalkan meja tulisnya sejenak untuk mendekat ke Prasasti Masjid Kemayoran.
Tour dipandu oleh Nanang Purwono dari Puri Aksara Rajapatni. Dijelaskannya bahwa Prasasti masjid adalah bukti nyata otentik tentang saksi pembangunan masjid oleh pemerintah Hindia Belanda, yang diwakili oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Jan Jacob Rochussen, Residen Śūrapringga (Surabaya) Daniel Francois Willem Pietermaat serta Bupati Śūrapringga Raden Tumenggung Kromodjoyodirono.
Dikatakan Nanang bahwa lomba ini tidak sekedar menulis tetapi merupakan upaya bersama memakmurkan masjid, melestarikan budaya dan menjaga sejarah Surabaya.
Sebelum mulai bekerja (menulis), doa bersama dibimbing oleh ustadz KH. Abdullah Hasan, yang diikuti dengan pemukulan bedug sebagai tanda dimulainya lomba.
Selanjutnya peserta mulai mengerjakan soal yang dimulai tepat pada 08.55.
Pelaksanaan Lomba
Lomba ini diikuti oleh 125 peserta dari golongan SD, SMP dan SMA/SMK se Surabaya. Ada yang datang dari luar kota.

Lomba ini adalah menyalin teks prasasti Masjid Kemayoran, yang aslinya ditulis pada 1848 yang artefaknya masih ada di tembok dalam masjid.

Teks prasasti ini menceritakan tentang pembangunan masjid, yang diketahui (disahkan) oleh pejabat negara Hindia Belanda kala itu mulai dari tingkat pusat Gubernur Jenderal Hindia Belanda Jan Jacob Rochussen, tingkat wilayah Residen Śūrapringga Daniel Francois Willem Pietermaat dan tingkat lokal Bupati Śūrapringga Raden Tumenggung Kromodjoyodirono.
Peserta diberi waktu 60 menit dengan ketentuan dapat menyelesaikan minimal 50% dari teks prasasti.
“Selesai 100% akan lebih bagus” kata Ginanjar, ketua dewan juri.
Penilaian kerja dan karya peserta diukur berdasarkan kerapian dan kebersihan; spasi dan kesejajaran; kreativitas dan gaya; bentuk huruf; dan keterbacaan.

Tim dewan juri terdiri dari Ita Surojoyo (pendiri Puri Aksara Rajapatni) dan Ginanjar (Puri Aksara Rajapatni, yang juga guru bahasa dan aksara Jawa SMKN 7 Surabaya).
Musik Jawa
Yang menarik dalam lomba ini adalah ketika peserta sedang berlomba dan selama waktu tunggu pengumuman pemenang, peserta dihibur oleh iringan musik Jawa. Senandung ini mengingatkan pada suasana ketika Walisongo memperdengarkan tembang tembang Jawa ketika dalam proses dakwahnya. Itulah suasana hening dan tenang saat mengerjakan lomba, hanya ada alunan musik Jawa yang mengalun.
Masjid Kemayoran, yang awalnya bernama Masjid Raudhatul Musyawarah, adalah masjid yang dulunya memang menjadi ajang musyawarah para ulama dan bahkan pejuang bangsa. Termasuk masjid yang terus melaksanakan dakwah Islam sesuai dengan budaya lokal, Jawa.
Di ruang yang bersifat fungsional inilah, ruang bagian timur dari masjid, adalah dimana ajang lomba menulis aksara Jawa ini digelar.
Juara
Dari 125 peserta, keluar sebagai juara berdasarkan penilaian dewan juri dengan kriteria kerapian dan kebersihan; spasi dan kesejajaran; kreativitas dan gaya; bentuk huruf ; dan keterbacaan, adalah:

Kategori SD – SMP:
• Juara 1, Illona Ajni Jinan dari SMP Hang Tuah 4 Surabaya
• Juara 2, Neysa Cantika Valentyna dari MTs Wachid Hasyim Surabaya.
• Juara 3, Mufeeda Aulia Shanum dari MTsN 2 kota Surabaya
• Harapan – Alisha Safa Larasati dari MTsN 1 SBY
Kategori SMA/SMK:
J• uara 1, Alkindi Bagus Adi dari SMAN 10 Surabaya
• Juara 2, Fajar Ady Nugaka dari SMAN 5 Surabaya
• Juara 3, Rahmat Valentino Romi dari SMKN 1 Kamal, Madura.
• Harapan, Gita Aulia Ramadhani dari SMKN 6 Surabaya.
Masing juara 1, 2 dan 3 secara berurutan mendapatkan trophy, piagam dan uang pembinaan Rp. 750.000, Rp. 500.000dan Rp. 250.000.

Atas terselenggaranya lomba ini Panitia (Takmir Masjid Kemayoran dan Puri Aksara Rajapatni) menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan pendukung mulai dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya, dr Zuhrotul Mar’ah (Komisi D DPRD Kota Surabaya), Yayasan Pasopati Cakra Nusantara dan Leeven & Co. Creative Space. (PAR/nng)
