Budaya
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Hubungan budaya antara Indonesia – India sudah terjalin lama. Ratusan tahun, bahkan ribuan tahun.

Kini di era modern, diperlukan upaya pemajuan. Pemajuan hubungan budaya Indonesia-India di era modern ini telah diwujudkan melalui Program Pertukaran Budaya (Cultural Exchange Program) antara kedua negara. Inisiatif ini mencakup kolaborasi seni, aksara, bahasa, sastra, arkeologi, dan pelestarian museum untuk memperkuat ikatan sejarah yang telah terjalin ribuan tahun.
Contohnya Pemerintah Indonesia dan India resmi menjalin kerja sama strategis untuk merestorasi kompleks Candi Prambanan. Proyek ini melibatkan para ahli dan arkeolog dari Archaeological Survey of India (ASI).
Proyek kerjasama antar kedua negara ini kiranya akan menjadi agenda kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi pada awal Juli mendatang.
Dari Surabaya sebuah buku berjudul ŚŪRABHAYA, Berani Menghadapi Bahaya juga ditulis untuk membedah makna sejati Śūrabhaya yang menggunakan pemahaman Bahasa Sansekerta.
Bahasa Sansekerta tidak lain adalah bahasa klasik dan kuno dari India. Bahasa ini menjadi akar dari banyak bahasa modern di anak benua India, berfungsi sebagai bahasa suci utama dalam agama Hindu, Budha, dan Jainisme, serta menjadi wadah bagi karya sastra dan filosofi sejarah India.
Karena nama kota Surabaya berasal dari bahasa Jawa Kuna sebagaimana tertulis pada Prasasti Canggu (1358), yang ternyata kosa kata Śūrabhaya juga dimengerti dalam bahasa Sansekerta, Śūra शूर (bahasa Sansekerta) berarti berani dan Bhaya भय (bahasa Sansekerta) berarti bahaya, maka kosa kata Śūrabhaya ini sangat dekat dengan Sansekerta.
Karenanya dalam penulisan aksara Jawa pun ditulis /ꦯꦹꦫꦨꦪ/ bukan /ꦱꦸꦫꦧꦪ/. Karena keduanya memiliki makna yang berbeda. ꦯꦹꦫꦨꦪ berarti berani menghadapi bahaya. Sementara ꦱꦸꦫꦧꦪ berarti buaya minum minuman keras (arak/alkohol). Dalam buku “ŚŪRABHAYA Berani Menghadapi Bahaya” digunakan penulisan yang sesuai dengan suara dan makna sesuia prasasti. Yaitu ꦯꦹꦫꦨꦪ.

Pada kesempatan press conference persiapan kunjungan Perdana Menteri India ke Indonesia, pada 3 Juli, Puri Aksara Rajaptni dijadwalkan akan menghadiahkan satu eksemplar buku ŚŪRABHAYA kepada Konsul Kehormatan India untuk Jawa Timur, Manoj Bhat, sebagai simbol dukungan atas kerjasama Indonesia dengan India dari Surabaya.
Penyerahan buku ini ada kaitannya dengan penulisan ŚŪRABHAYA yang ada orientasi dari bahasa Sansekerta, yang tentu saja8 erat kaitannya dengan India. (PAR/nng)
