Budaya Literasi
Rajapatni.com : SURABAYA – Sebuah upaya bersama, gotong royong, untuk tujuan bersama, penerbitan buku, demi pelestarian nilai nilai universal budaya bagi semua, ada di Surabaya. Gotong royong merupakan salah satu sifat dan budaya yang sangat kuat melekat pada warga Surabaya. Sifat ini menjadi pondasi dalam membangun kota, terutama dalam menjaga kebersamaan, kepedulian budaya dan lingkungan, serta kerukunan.
“Membangun kota adalah mengisi kemerdekaan” merupakan sebuah konsep yang memaknai kemerdekaan tidak hanya sebagai wujud bebas dari penjajah, melainkan sebuah tanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, memajukan daerah, dan menciptakan ruang hidup yang lebih baik. Pembangunan kota di era modern merupakan bentuk karya nyata dan partisipasi aktif dalam mewujudkan cita-cita bangsa.
Surabaya, melalui penerbitan buku bersama adalah upaya kolektif dalam menjaga nilai-nilai luhur Surabaya. Upaya kolektifnya sendiri adalah wujud sifat. Yaitu gotong royong. Obyek nya adalah penerbitan buku yang mengandung nilai nilai budaya dan sejarah yang perlu dilestarikan.
Buku adalah proses pendokumentasian secara literatif. Hal tersebut memiliki makna yang dalam, yang menempatkan buku tidak sekadar sebagai barang cetakan, melainkan sebuah tindakan sadar untuk merekam pengetahuan, ide, dan pengalaman melalui tulisan. Apalagi buku ini dilengkapi dengan gambar gambar sketsa yang mengabadikan sudut sudut Kota Lama Surabaya yang menjadi object dalam kemasan.

Kota Lama Surabaya adalah produk Pemerintah Kota Surabaya untuk wahana pariwisata, pendidikan, ilmu pengetahuan, penelitian dan budaya untuk banyak orang atau umum. Tidak salah ketika penyusunan buku ini dalam prosesnya didukung oleh pihak pihak lain secara komunal dan kesadaran.
Disana ada komunitas, ada mitra negara sahabat NINA (Netwerk Internationale Nederlandistiek Asie), ada lembaga Perguruan Tinggi Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya, lembaga Swasta Wismilak dan Lembaga pemerintah DPRD yang secara individu tidak disebutkan namanya sebagai Hamba Allah, serta pihak pihak lain yang belum disebutkan namanya.

Menyusul bergabung untuk tujuan bersama demi Surabaya ini adalah dari lembaga pemerintah dan swasta lainnya. Mereka sadar menjaga memory kolektif bangsa ini adalah tanggung jawab bersama. Ini merupakan langkah krusial untuk melestarikan identitas, sejarah, dan nilai-nilai jati diri Indonesia.
Memori kolektif, yang sering diwujudkan dalam bentuk arsip bersejarah, monumen, atau tradisi, berfungsi sebagai ingatan bersama yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan. (PAR/nng)
