Budaya
Rajapatni.com: SURABAYA – Tiongkok sering disebut sebagai wadah dimana modernisasi bertemu tradisi. Ini karena negara ini berhasil memadukan teknologi canggih dan pembangunan pesat dengan akar budaya serta nilai-nilai luhur, yang berusia ribuan tahun. Pendekatan ini menciptakan harmoni unik antara kehidupan kuno dan modern.
Perayaan Tahun Baru Imlek tahun 2026 misalnya adalah hari raya Imlek ke-2577 Kongzili. Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 adalah hari raya Imlek ke-2577 Kongzili. Raya Imlek ke-2577 Kongzili ini menandai pergantian tahun dalam kalender Tionghoa (lunisolar) menjadi tahun Kuda Api.
Kalender Tionghoa (lunisolar) umumnya lebih pendek sekitar 11 hingga 12 hari dalam setahun dibandingkan kalender Masehi (surya).
Peringatan pertama Tahun Baru Imlek (penanggalan lunar/Tionghoa) diperkirakan dimulai secara tradisional pada sekitar tahun 2637 SM (Sebelum Masehi) pada masa pemerintahan Kaisar Huangdi.
Kaisar Kuning atau Huangdi (黄帝) adalah tokoh legendaris, yang memerintah Tiongkok Kuno secara tradisional, pada tahun 2697–2597 SM atau 2698–2598 SM. Ternyata usianya sudah ribuan tahun sebelum Masehi. Namun demikian jejaknya masih diabadikan dalam praktik praktik tradisional di era modern sekarang. Ini terbukti dari semaju apapun Tiongkok, tradisi masih menyertai.

Sebagai contoh praktis adalah berdasarkan pengamatan Ita Surojoyo, yang saat ini berada di negeri tirai bambu itu, bahwa di dalam kereta bawah tanah yang sangat modern itu terdapat penumpang tradisional penjual bunga. Penjualnya pun tau diri dan bisa menyesuaikan diri di dalam moda transportasi itu. Keranjangnya tidak asal asalan dan Bunganya pun dikemas rapi, indah, cantik, bersih dan praktis untuk dibeli sebagai buah tangan.

Konsep itu adalah perwujudan nyata dari modernisasi yang adaptif, mengambil nilai luhur tradisi dan menyajikannya dalam format yang relevan dengan perkembangan zaman.

Bisa jadi penjual sebagai penumpang yang tau diri dengan lingkungan modernnya. Mereka tidak asal menjajakan dagangan di transportasi publik, yang telah menjadi moda transportasi para wisatawan mancanegara itu. Boleh tradisional, namun dengan kemasan yang adaptif.
Kalau di tanah air, penjual asongan sudah tidak boleh membawa barang dagangan ke dalam kereta. Mengapa? (PAR/nng)
