Surabaya di Hari Jadinya ke 731 Membangkitkan Aksara Jawa. Surabaya Wani! 

Rajapatni.com: Surabaya (17/5/24) – KETIKA ꦮꦂꦒꦄꦱꦶꦁ warga Asing sudah mulai mau mengenal Aksara Jawa, maka sebuah pertanda bahwa pemilik aksara itu diingatkan. Orang Jawa diingatkan. Bangsa diingatkan. Waspadalah! Mau tau atau tidak mau tau?

Wisatawan Eropa mengenali Aksara Jawa. Foto: dok PAR

Mereka, orang asing yang asing dengan aksara nusantara ini, mau mengenal tanpa tekanan. Tanpa paksaan. ꦠꦤ꧀ꦥꦣꦶꦱꦸꦫꦸꦃ Tanpa disuruh. Malah dengan senang hati dan bergembira. Mereka merasa menerima harta yang melimpah. Mereka tau ada sesuatu di balik aksara Jawa.

Aksara Jawa terlalu indah untuk dilupakan dan ditinggalkan. Ia bermakna. Sangat bermakna dalam setiap peradaban. Tidak hanya dulu di zaman ꦏꦭꦧꦺꦤ꧀ꦝꦸ kalabendu, tapi juga sekarang dan mendatang di zaman milenial dan digital.

Para dosen dari Miami Dade Collage, Florida, AS dari cerita ke pandangan mata pada Aksara Jawa. Foto: dok PAR

Seharusnya pemilik aksara itu tidak buta atau dibutakan sehingga gajah di pelupuk mata tak tampak, sementara semut di seberang lautan nampak. ꦆꦫꦺꦴꦤꦶꦱ꧀ Ironis!

John Pierce, ekspatriat Amerika tinggal di Surabaya. Foto: dok PAR

Kota Surabaya berbicara meski tak bersuara. Kota Surabaya diam menakutkan. Begitu ꦧꦼꦂꦒꦼꦫꦏ꧀ bergerak, bisa saja mematikan. Di Hari Jadinya ke 731 di tahun 2024, Kota Surabaya membisikkan aksara Jawa ke telinga dunia. Tunggu saatnya ketika Surabaya meneriakkan Aksara Jawa. Bagai semboyan Soekarno yang mengatakan “Beri saya 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.

Ishii Yutaka dan keluarga, ekspatriat Jepang di Surabaya. Foto: dok PAR

Apakah ꦯꦸꦫꦨꦪ Surabaya tengah bermimpi dalam meneriakkan Aksara Jawa? Tidak! Ini nyata dan fakta. (nan PAR)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *