PM India, Candi Prambanan, Prasasti Siwagrha dan Sansekerta 

Budaya

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Tanggal 8 Juli 2026 mendatang menjadi momentum penting bagi hubungan kebudayaan Indonesia dan India. Momen ini terkait dengan agenda kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Yogyakarta dalam upaya bersama restorasi Candi Prambanan, yang telah menjadi komitmen bersama pemerintah Indonesia dan India sejak 2025.

Duta Besar India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty mengatakan kunjungan ke Yogyakarta berkaitan dengan kesepakatan kedua negara untuk mendukung pemugaran Candi Prambanan sebagaimana tertuang dalam Pernyataan Bersama Indonesia-India 2025.

Chakravorty menambahkan bahwa sejak pernyataan bersama tersebut diterbitkan (2025), pemerintah India telah bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Indonesian Heritage Institute, dan Archaeological Survey of India (ASI) untuk memperkuat rencana pemugaran candi.

Candi Prambanan menjadi proyek revitalisasi bersama Indonesia dan India. Foto: ist

Pemugaran candi adalah wujud dari warisan budaya yang berbentuk benda (tangible heritage). Dalam kunjungannya ke Surabaya pada Mei 2025 lalu, dan sempat bertemu dengan Tim Puri Aksara Rajapatni di JW Marriott Hotel Surabaya, Dubes India Shri Sandeep Chakravorty juga mengungkapkan keinginannya dalam upaya memperkenalkan Bahasa Sansekerta.

Dubes India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty ketika bertemu Tim Puri Aksara Rajapatni di Surabaya pada Mei 2025. Foto: dokpar

Bahasa Sansekerta adalah bahasa yang secara pasif masih digunakan di Indonesia dan bahasa ini tergolong bahasa sastra dan bahasa suci yang masih digunakan dalam urusan keagamaan (Hindu) di Indonesia.

Bahasa Sansekerta di Indonesia memang tidak lagi menjadi bahasa komunikasi sehari-hari, melainkan masih berfungsi sebagai bahasa sakral dan bahasa sastra. Bahasa ini sangat vital dalam peribadatan dan upacara keagamaan Hindu, terutama yang dipraktikkan di Bali, dan digunakan dalam pembacaan kitab suci, dan mantra.

 

Bahasa Sansekerta dan Candi Prambanan

Bahasa Sansekerta sangat erat kaitannya dengan Candi Prambanan karena bahasa ini menjadi akar penamaan, dasar filosofi keagamaan, dan bahasa literatur yang diabadikan pada relief serta prasasti di kompleks candi tersebut.

Nama asli kompleks Candi Prambanan adalah Siwagrha (dari bahasa Sansekerta yang berarti “Rumah Siwa”) atau Siwalaya. Nama ini disebutkan langsung dalam prasasti yang menjadi catatan sejarah utama pembangunan candi ini.

Prasasti Siwagrha, yang bertarikh 856 Masehi, ditulis menggunakan bahasa Sansekerta (serta memuat pengaruh bahasa Jawa Kuno) untuk mendeskripsikan kompleks candi agung, yang dipersembahkan bagi Dewa Siwa.

Cuplikan prasasti Siwagrha. Foto: wiki

Prasasti Siwagrha (bertanggal 12 November 856 M) adalah peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, yang dikeluarkan oleh Maharaja Dyah Lokapala. Prasasti ini sangat penting karena menjadi bukti sejarah bahwa Candi Prambanan dibangun sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa dengan nama asli “Siwagrha”.

Prasasti Shivagrha di Museum Nasional Indonesia di Jakarta. Foto: wiki

Sekarang prasasti Siwagrha disimpan dan dirawat di Museum Nasional Indonesia (No. Inventaris D.28). (PAR/nng)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *