Budaya Aksara
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – ꧌ꦄꦝ꧍ Ada plakat prasasti utuh dari Tahun 1848 masehi nempel di masjid Raudlatul Musyawwarah Kemayoran Surabaya (Masjid Kemayoran Surabaya), atau di tahun sesuai ꧌ꦩꦰ꧀ꦗꦶꦢ꧀꧍ masjid ini didirikan.
Dalam prasasti tersebut ꧌ꦠꦼꦂꦞꦥꦠ꧀꧍ terdapat tulisan aksara jawa (Carakan), yang merupakan ciri sistem penulisan resmi yang pakai oleh ꧌ꦥꦼꦩꦼꦫꦶꦤ꧀ꦠꦃ꧍ pemerintah Kadipaten Suropringgo / Surabaya pada kala itu.

Mungkin ini satu-satunya masjid di pulau jawa, atau ꧌ꦱꦼꦝꦶꦏꦶꦠ꧀꧍ sedikit masjid di Indonesia yang bisa dijumpai adanya contoh prasasti tulisan asli ꧌ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ꧍ aksara jawa (Carakan)..
Oleh ꧌ꦏꦉꦤꦚ꧍ karenanya Takmir Masjid Kemayoran Surabaya menyampaikan, bahwa masjid sebenarnya tidak ꧌ꦲꦚ꧍ hanya kita letakkan sebagai sentra ibadah bagi kalangan umat Islam, masjid juga bisa sebagai tempat ꧌ꦩꦸꦯꦮꦫꦃ꧍ musyawarah (sebagaimana yang dicontohkan oleh Walisongo), dan masjid adalah juga menjadi bagian dari ꧌ꦥꦼꦂꦙꦭꦤꦤ꧀꧍ perjalanan sejarah bangsa.
Ini perlu kami jawab karena beberapa orang sempat bertanya, ꧌ꦏꦼꦤꦥ꧍ kenapa Takmir Masjid kok menyelenggarakan Lomba Menulis Aksara Jawa? Yang alhamdulillah ꧌ꦱꦸꦝꦃ꧍ sudah berjalan 2 tahun, dengan peserta bisa tembus sampai ꧌꧇꧑꧒꧕꧇ꦎꦫꦁ꧍ 125 orang ini.
Di sesi lain, Takmir Masjid Kemayoran Surabaya juga ꧌ꦥꦼꦂꦟꦃ꧍ pernah mengadakan Lomba Menulis Huruf Arab Pegon bagi ꧌ꦒꦼꦤꦼꦫꦱꦶ꧍ generasi muda (yang mungkin ini juga belum pernah dilakukan oleh masjid lain).

Lewat event Lomba Menulis Aksara Jawa II Tahun 2026 di Masjid Kemayoran yang bekerjasama dengan Komunitas ꧌ꦥꦸꦫꦷꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ꧍ Puri Aksara Rajapatni ini, tentu menunjukkan bahwa Masjid Kemayoran Surabaya tidak bersifat eksklusif, serta terdapat korelasi bahwa aksara jawa (Carakan) adalah benar-benar bagian dari ꧌ꦱꦼꦗꦫꦃ꧍ sejarah bangsa khususnya di Kota Surabaya, demikian pula Masjid Kemayoran Surabaya sebagai masjid ꧌ꦮꦏꦥ꦳꧀꧍ wakaf merupakan situs yang sudah ada sejak tahun 1848.

Sehingga ꧌ꦏꦶꦠ꧍ kita semua sangat perlu menjaga budaya bangsa dan menjaga keberadaan atau ꧌ꦌꦏ꧀ꦱꦶꦱ꧀ꦠꦺꦤ꧀ꦰꦶ꧍ eksistensi dari Masjid Kemayoran Surabaya tersebut.
Meskipun dalam pelaksanaannya masih sedikit pihak yang memberikan dukungan, ꧌ꦤꦩꦸꦤ꧀꧍ namun alhamdulillah event ini tetap berjalan baik dan mendapat perhatian dari ꧌ꦥꦼꦱꦼꦂꦡ꧍ peserta.
Kedepan semoga acara ini juga menjadi perhatian ꧌ꦥꦸꦭ꧍ pula dari Pemerintah Daerah atau instansi eksekutif maupun ꧌ꦭꦺꦒꦶꦱ꧀ꦭꦠꦶꦥ꦳꧀꧍ legislatif, dan tentunya ꧌ꦝꦫꦶ꧍ dari Kementerian Kebudayaan. (PAR/Yani/nng/
(Dahulu Walisongo membuat Beduk / Kentongan dan ꧌ꦝꦶꦠꦧꦸꦃ꧍ ditabuh, untuk tujuan supaya orang datang ke masjid. ꧌ꦕꦫ꧍ Cara itu mungkin bisa sama. Lewat Penyelenggaraan Lomba Aksara Jawa yang diikuti siswa SMP & SMA sampai lebih dari 125 orang, itu cara dari Takmir Masjid Kemayoran dalam ꧌ꦩꦼꦤꦫꦶꦏ꧀꧍ menarik generasi muda diperkenalkan & masuk di Masjid. Kemayoran).
