Mata Dunia Melihat Geliat Aksara Jawa di Surabaya 

Budaya , Aksara

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Gelaran kecil oleh komunitas budaya yang masih kecil di Surabaya membawa dampak besar bagi Surabaya dan Nusantara (Indonesia).

Gelaran yang lahir dari kolaborasi sejumlah komunitas kecil budaya itu dibuka dan disaksikan dengan bangga oleh perwakilan negara sahabat yang berkantor di Surabaya.

Mana perwakilan resmi pemerintah setempat yang dalam Undang Undang memangku budaya yang diperlombakan?

 

Para pegiat dan pemerhati aksara Jawa. Foto: wan

Ya, hadir dalam acara lomba menulis aksara Jawa, yang digelar di Bangsal Panca Walika Universitas Wijaya Kusuma Surabaya itu, diantaranya adalah Konsul Kehormatan India untuk Jawa Timur, Management Advisor Wisma Jerman di Surabaya, Direktur Netwerk Internationale Neerlandistiek in Azië (NINA), dan perwakilan duta Miss Tionghoa.

Mike Neuber, Management Advisor Wisma Jerman di Surabaya ikut menulis aksara Jawa Foto: wan

“Bahkan dalam acara itu ada pameran pendidikan bahasa Belanda oleh NINA (Netwerk Internationale Neerlandistiek in Azië)”, kata Nanang Purwono, ketua Puri Aksara Rajapatni.

Stand pameran pendidikan NINA – Erasmus. Foto: bela
Kamus bahasa Belanda -aksara Jawa koleksi Erasmus. Foto: nina

Lomba menulis aksara Jawa ini adalah ajang dunia pendidikan yang memperkenalkan dan sekaligus mengajak banyak pihak mengenal dan belajar nilai nilai budaya leluhur Nusantara (Jawa), sejarah Nusantara dan kebangsaan.

Keberagaman dalam Sabuk aksara Jawa.Foto: wan

Persembahan budaya ini tentunya menjadi etalase menarik bagi para hadirin, khususnya dari perwakilan negara sahabat. Dalam kesempatan itu, mereka tidak hanya menyaksikan budaya Jawa yang diwakili dari bentuk anatomi aksara Jawa, seni Macapat dan tari Gambyong tetapi belajar pula nilai nilai budaya Jawa.

Konsul Kehormatan India untuk Jawa Timur Manoj Bhat dalam sambutannya. Foto: wan

“Jika budaya Jawa ini terus diperkenalkan kepada dunia, maka dunia akan semakin indah” demikian kata Konsul Kehormatan India untuk Jawa Timur, Manoj Bhat.

160 peserta lomba ini adalah agen agen bangsa yang turut memperkenalkan budaya Jawa ke mata dunia, setidaknya melalui perwakilan negara sahabat yang hadir.

Keberagaman dalam satu warna aksara Jawa. Foto: wan

“Kami tentunya akan membagikan berita baik ini ke jaringan mitra mitra kami di mancanegara baik di Eropa, Amerika, Asia dan Australia”, tambah Nanang Purwono.

 

ICANN

Apalagi pada tanggal 5 Oktober 2026 lalu lembaga internet dunia ICANN resmi menerbitkan Second-Level Reference Label Generation Rules (LGR) untuk Aksara Jawa. Keputusan ini menjadi tonggak sejarah penting bagi kedaulatan digital Indonesia karena memungkinkan Aksara Jawa digunakan secara resmi dalam sistem nama domain internet global.

Artinya aksara Jawa bisa digunakan sebagai penulisan domain internet sebagaimana aksara Hanzi (China) dan Kanji (Jepang) serta aksara aksara tradisional dunia lainnya seperti Aksara Arab.

Melalui ajang lomba menulis aksara Jawa di Surabaya menjadi bagian dalam upaya bersama Nusantara dalam membawa budaya bangsa ini dikenal dunia. Aksara Jawa adalah identitas bangsa. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *