Budaya , Aksara
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Hati terasa tentram dan hanyut dalam keindahan dawuh (petuah) leluhur saat mendengarkan alunan dan lantunan macapat Serat Wulangreh Pupuh Pangkur dan Dandanggula yang dibawakan pesinden peranakan Angelica dalam rangkaian lomba menulis aksara Jawa di Bangsal Panca Walika Universitas Wijaya Kusuma Surabaya pada Minggu pagi (25/10/26).

Suara bening dan Jernih (Wening) itu mengisi ruang Bangsal ya g agung. Suaranya tidak serak, bersih, dan memiliki resonansi yang mantap (tidak cempreng).
Dari tarikan suaranya yang santai, tampak bahwa Angel memiliki nafas yang panjang dan diatur dengan baik agar tidak terengah-engah di tengah kalimat lagu.
Serat Wulangreh berisi tentang ajaran dan nilai nilai luruh Budi pekerti, dilantunkan dengan penuh penghayatan dan ekspresi (Rasa).

Suaranya mampu membawa rasa atau emosi dari tembang kepada pendengar hadirin sehingga tak heran ada yang meneteskan air mata bagai terhipnotis oleh suara yang penuh hayat dengan makna edukasi dan tuntunan itu.
Itulah dua Pupuh serat Wulangreh yang sekaligus menjadi teks yang dikutip (ditulis) dalam lomba menulis aksara Jawa. (PAR/nng)
