Estafet Pembelajaran Aksara Jawa Bagi Warga Asing di Surabaya. 

Rajapatni.com: Surabaya (17/4/24) – ꦈꦤꦶꦮ꦳ꦼꦂꦱꦶꦠꦱ꧀ꦯꦸꦫꦨꦪ Universitas Surabaya (Ubaya) pernah mengenalkan Aksara Jawa kepada mahasiswa asing melalui kegiatan edukatif Summer Program pada 2019 lalu. Empat tahun kemudian, pada September 2023, Kota Surabaya bergeliat dengan penggunaan Aksara Jawa.

Semangatnya sama antara ꦈꦤꦶꦮ꦳ꦼꦂꦱꦶꦠꦱ꧀ꦯꦸꦫꦨꦪ Universitas Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya dan komunitas Puri Aksara Rajapatni. Yakni mengenalkan Aksara Jawa sebagai bukti bahwa Aksara Jawa masih ada di Surabaya, meski mati suri.

Belajar menulis Aksara Jawa. Foto: ist/nanang PAR

Di waktu yang berbeda, kini dan selama ini, ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni mengenalkan Aksara Jawa kepada masyarakat secara in formal. Pesertanya selain warga kota, mahasiswa juga ada warga expatriat.

Dalam suatu kesempatan ketika ada tamu tamu asing (wisatawan) yang datang dengan kapal pesiar dan mahasiswa asing yang dipandu oleh Wisma Jerman, mereka diperkenalkan dengan Aksara Jawa. ꦥꦸꦫꦶꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Rajapatni mengenalkan mereka ke Aksara Jawa.

Para wisatawan dengan Kapal Pesiar diajak ke Taman Apsari yang sudah ber signage Aksara Jawa dan disana digelar sesi tanya jawab tentang Aksara Jawa. Sementara itu, para mahasiswa Jerman berdiskusi Aksara Jawa di Kampung Lawas Maspati, yang di salah satu bangunan lawasnya, ada Aksara Jawa, ꦲꦤꦕꦫꦏ Hanacaraka.

Belajar menggores Aksara jawa. Foto: ist./nanang PAR

Ternyata Aksara Jawa tidak hanya membuka peluang kegiatan edukatif bagi publik, tapi juga membuka peluang belajar dan mengenal budaya bangsa Indonesia. Aksara Jawa menjadi objek ꦏꦼꦧꦸꦣꦪꦄꦤ꧀ kebudayaan yang atraktif.

Selain itu, Aksara Jawa juga membuka peluang kreativitas seni, yang menarik bagi kalangan pembelajar baik dari kalangan warga Surabaya dan apalagi dari kalangan ꦌꦏ꧀ꦱ꧀ꦥꦠꦿꦶꦪꦠ꧀ ekspatriat dan wisatawan. Mereka bisa berolah seni dengan bahan dasar Aksara Jawa.

ꦥꦼꦩ꧀ꦧꦼꦭꦗꦫꦤ꧀ Pembelajaran singkat itu dilakukan dengan pendekatan seni sehingga hasilnya bisa dibawa pulang sebagai oleh oleh. Aksara Jawa tidah sekedar bentukan Aksara tetapi menyimpan nilai seni

Dengan berolah seni, mereka mengenal Aksara Jawa. ꦥꦼꦩ꧀ꦧꦼꦭꦗꦫꦤ꧀ Pembelajaran yang singkat, padat dan singkat. Tapi hasilnya memberi manfaat. Ada kenangan, kesan dan pengalaman.

Menulis Aksara Jawa menjadi oleh oleh bagi mahasiswa asing. Foto: ist/nanang PAR

Ada keterlibatan motorik dan panca indera dalam kegiatan kegiatan yang dihelat oleh ꦈꦤꦶꦮ꦳ꦼꦂꦱꦶꦠꦱ꧀ꦯꦸꦫꦨꦪ Universitas Surabaya (Ubaya) dan Puri Aksara Rajapatni (PAR). Ada biological dan Psychological engagement.

Pengalaman empiris seperti ini sangat baik bagi orang orang asing dalam mengenal budaya Nusantara, khususnya ꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ Aksara Jawa di Surabaya. (nanang PAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *